MAJALAH NARASI– Ratusan Pramuka Penegak dari berbagai daerah di Lampung tampil total di ajang Semarak Lomba Pramuka Ambacata 2.0 Grantha Fest 41 Tahun 2026 yang digelar di Lapangan SMAN 1 Bandar Lampung, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore ini jadi ajang unjuk bakat, adu kekompakan, sekaligus pembentukan karakter generasi muda di era digital yang serba cepat.
Pramuka Jadi “Filter” Era Gadget
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Lampung sekaligus Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, membuka langsung kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa Pramuka punya peran penting sebagai penyeimbang di tengah derasnya arus teknologi dan penggunaan gadget di kalangan remaja.
“Gadget itu bukan musuh, tapi cara pakainya harus benar. Pramuka harus mengarahkan agar teknologi dipakai untuk belajar, berinovasi, dan berkarya,” ujarnya.
560 Peserta, Semua Tampil Total
Ajang ini diikuti sekitar 560 peserta dari 22 pangkalan SMA, SMK, hingga SLB se-Provinsi Lampung. Kehadiran peserta SLB juga jadi highlight penting karena menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka bersifat inklusif tanpa batasan.
Semua peserta tampil dengan semangat tinggi, membawa nama sekolah masing-masing, sekaligus menunjukkan kemampuan terbaik mereka di arena lomba.
Dua Lomba, Dua Tantangan Serius
Ada dua cabang lomba utama yang jadi pusat perhatian:
1. Joget Komando
Bukan sekadar gerakan, tapi soal kekompakan, disiplin, ritme, dan kreativitas tim.
2. Mini Pionering
Menguji skill teknik tali-temali Pramuka untuk membangun struktur yang kuat, cepat, dan rapi.
Kalau dilihat sekilas, mungkin terlihat seru-seruan. Tapi di balik itu, ada latihan disiplin, kerja sama, dan fokus yang cukup serius.

Bukan Sekadar Lomba, Tapi “Latihan Hidup”
Kegiatan ini bukan cuma soal siapa yang juara, tapi lebih ke proses pembentukan karakter.
Target utamanya meliputi:
- Melatih keterampilan kepramukaan
- Meningkatkan kreativitas dan inovasi
- Menanamkan sportivitas
- Membangun mental kompetitif yang sehat
Closing Vibes
Grantha Fest 41 ini membuktikan bahwa Pramuka bukan sekadar baris-berbaris atau seragam rapi. Di balik itu, ada ruang besar untuk belajar kerja sama, kreativitas, dan mental tangguh.
Dan di era sekarang, itu jadi modal penting buat generasi muda Lampung biar nggak cuma “aktif di layar”, tapi juga kuat di dunia nyata.***













