• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan & Kerjasama
  • Kontributor
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak
Friday, June 19, 2026
Majalahnarasi.id
Advertisement
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
Majalahnarasi.id
No Result
View All Result
Home Pemerintahan Bandar Lampung

Ketika Bahasa Menjadi Senjata Politik: Muhammad Alfariezie dan Puisi Imaji-Sosial yang Mengguncang Bandar Lampung

by Melda
October 22, 2025
in Bandar Lampung
Ketika Bahasa Menjadi Senjata Politik: Muhammad Alfariezie dan Puisi Imaji-Sosial yang Mengguncang Bandar Lampung
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MAJALAH NARASI— Dalam lanskap sastra kontemporer Indonesia, nama Muhammad Alfariezie menonjol sebagai penyair muda yang mampu menggabungkan kecerdasan imajistik dengan kritik sosial-politik yang tajam. Lahir dan besar di Kota Bandar Lampung, Alfariezie tidak hanya menguasai teknik satire sosialisme, tetapi juga lihai menyisipkan frasa imaji abstrak yang mampu membangun kesadaran kritis masyarakat melalui karya-karyanya.

Salah satu karya terbarunya, puisi Benih Khianat di Kota Merdeka, menegaskan kemampuan Alfariezie memanfaatkan bahasa sebagai senjata moral dan politik. Puisi ini menyoroti praktik penyalahgunaan kekuasaan di tingkat lokal, khususnya oleh pejabat pemerintahan Kota Bandar Lampung, dan sekaligus menjadi cerminan perasaan kolektif masyarakat terhadap ketidakadilan yang mereka saksikan.

Imaji Sebagai Pisau Analisis Sosial

Puisi Benih Khianat di Kota Merdeka bisa dibaca melalui lensa imajisme (imagism), sebuah teori puisi yang digagas Ezra Pound dan Amy Lowell. Imajisme menekankan kesederhanaan bahasa, kejelasan citraan, dan kepadatan makna. Dalam konteks puisi Alfariezie, setiap imaji berfungsi sebagai alat berpikir visual yang memudahkan pembaca merasakan secara langsung ketidakadilan dan dilema sosial yang terjadi di Kota Bandar Lampung.

Berita Lainnya

Suasana Berbeda Warnai Sidang PT LEB, Ketegangan Berganti Senyum Menjelang Vonis

Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas

MoU Himperra-BRI Jadi Langkah Nyata Dorong Pertumbuhan Sektor Properti di Lampung

Contoh imaji paling menonjol terdapat pada larik awal:

Masa depan Bandar Lampung
enggak boleh tumbuh dari
benih-benih khianat wali kota

Di sini, “benih khianat” menjadi simbol kuat tentang proses pertumbuhan masa depan kota yang justru dirusak dari akarnya. Simbol ini bukan sekadar metafora etis, tetapi kritik nyata terhadap kebijakan atau tindakan politik yang korup dan merugikan masyarakat. Alfariezie memanfaatkan imaji ini untuk menggugah kesadaran pembaca, menegaskan bahwa kemajuan kota tidak bisa lahir dari fondasi yang busuk.

Kontras Nasional dan Realitas Lokal

Larik selanjutnya:

Bandar Lampung bercita-cita
Sama dengan Indonesia

menampilkan imaji nasional yang menegaskan bahwa Bandar Lampung, meski kota kecil, memiliki aspirasi setara dengan idealisme negara. Namun, imaji ini segera dibenturkan dengan realitas lokal yang korup:

Kota ini terhina jika menjebak
siswa untuk enggak berijazah
demi ide penggila mencuil
duit negara

Kontras ini menciptakan guncangan moral visual, memperlihatkan dua wajah Kota Bandar Lampung: satu ideal, satu bobrok. Alfariezie secara visual menempatkan pembaca di tengah konflik etika yang kompleks, menghadirkan pengalaman estetis sekaligus politis.

Empati Kolektif dan Masa Depan Digital

Penggunaan repetisi kata “kasihan” dalam larik-larik berikut:

Kasihan jika nanti sulit
membangun hijau klan digital
Kasihan bila ke depan terus
mengurus pra sejahtera

menunjukkan kemampuan penyair membangun imaji empatik yang menyentuh hati. “Hijau klan digital” menghadirkan citraan futuristik, sebuah kota yang modern, ramah lingkungan, dan inklusif, tetapi terhalang oleh kebijakan buruk. Kata “kasihan” mempertegas luka kolektif masyarakat yang terjebak dalam birokrasi yang cacat.

Klimaks Politik dan Revolusi Rakyat

Puncak puisi muncul pada larik:

Kota ini merdeka bukan untuk
mereka yang bejat! Daulat
rakyat untuk kita yang hebat

Di sini, Alfariezie memunculkan imaji revolusioner. Kata “Daulat rakyat” menjadi simbol kebangkitan politik masyarakat sipil, bukan sekadar slogan, tetapi seruan nyata untuk melawan penguasa yang menyeleweng. Imaji “kita yang hebat” menghadirkan rasa optimisme kolektif, mengajak pembaca untuk menjadi bagian dari perubahan sosial.

Bahasa Sebagai Senjata Visual

Keunggulan puisi Alfariezie terletak pada transformasi bahasa menjadi senjata visual yang kompleks. Imaji — dari “benih khianat” hingga “daulat rakyat” — bergerak dari kritik individu ke refleksi sosial dan akhirnya aspirasi nasional. Struktur ini menunjukkan keterampilan penyair dalam mengolah citraan sebagai alat perjuangan moral dan politik, menjadikan puisi tidak hanya karya sastra tetapi juga manifesto etika publik.

Kesimpulan: Imaji-Sosial Politik sebagai Identitas Baru

Puisi Benih Khianat di Kota Merdeka membuktikan bahwa Alfariezie bukan sekadar penyair estetis, tetapi juga pengamat sosial-politik yang tajam. Imaji yang digunakan bersifat komunikatif, mendidik, sekaligus menggugah. Melalui karya ini, penyair muda Bandar Lampung menegaskan bahwa kemerdekaan sejati sebuah kota hanya bisa tumbuh dari benih kejujuran, keadilan, dan keberpihakan pada rakyat. Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi senjata moral yang mampu mengubah cara masyarakat memandang kekuasaan, tanggung jawab, dan masa depan kota.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: BandarLampungImajistikKritikSosialMuhammadAlfarieziePolitikLokalPuisiLampung
Previous Post

Bupati Lampung Selatan Resmikan Jalan Way Harong-Simpang Sidoharjo, Dorong Mobilitas dan Ekonomi Desa Agom

Next Post

SMP 13 Bandar Lampung Buming! Kasus Bullying yang Menyentak Publik dan Mengancam Masa Depan Remaja

Melda

Melda

Related Posts

Bandar Lampung

Suasana Berbeda Warnai Sidang PT LEB, Ketegangan Berganti Senyum Menjelang Vonis

by Melda
June 18, 2026
Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas
Bandar Lampung

Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas

by Melda
June 18, 2026
MoU Himperra-BRI Jadi Langkah Nyata Dorong Pertumbuhan Sektor Properti di Lampung
Bandar Lampung

MoU Himperra-BRI Jadi Langkah Nyata Dorong Pertumbuhan Sektor Properti di Lampung

by Melda
June 13, 2026
Jaksa KPK Cegat Alasan Budaya Ketimuran dalam Pemberian Rp500 Juta kepada Pejabat
Bandar Lampung

Jaksa KPK Cegat Alasan Budaya Ketimuran dalam Pemberian Rp500 Juta kepada Pejabat

by Melda
June 12, 2026
Bandar Lampung

Hermawan Eriadi Klaim Hanya Seorang Profesional yang Berjuang untuk Kemajuan Lampung

by Melda
June 12, 2026
Next Post
SMP 13 Bandar Lampung Buming! Kasus Bullying yang Menyentak Publik dan Mengancam Masa Depan Remaja

SMP 13 Bandar Lampung Buming! Kasus Bullying yang Menyentak Publik dan Mengancam Masa Depan Remaja

Recommended

Kontroversi SMA Siger Bandar Lampung Memanas: Thomas Americo Dilibatkan, Anak Didik Terancam Ketidakpastian

Kontroversi SMA Siger Bandar Lampung Memanas: Thomas Americo Dilibatkan, Anak Didik Terancam Ketidakpastian

November 21, 2025
Kapolres Lampung Selatan Tekankan Siaga Nataru Operasi Lilin 2025

Kapolres Lampung Selatan Tekankan Siaga Nataru Operasi Lilin 2025

December 21, 2025

Categories

  • Bandar Lampung
  • Beasiswa & Karir
  • Berita Pendidikan
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Literasi & Budaya
  • Metro
  • Multimedia
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Riset & Opini
  • Tanggamus
  • Teknologi Pendidikan
  • Tips Belajar & Ujian
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Don't miss it

Bandar Lampung

Suasana Berbeda Warnai Sidang PT LEB, Ketegangan Berganti Senyum Menjelang Vonis

June 18, 2026
Dikaitkan dengan Pungli BOS, Kabid Dikdas Lampung Selatan Minta Hak Jawab Dipublikasikan
Berita Pendidikan

Dikaitkan dengan Pungli BOS, Kabid Dikdas Lampung Selatan Minta Hak Jawab Dipublikasikan

June 18, 2026
Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas
Bandar Lampung

Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas

June 18, 2026
Surat Terbuka untuk Eva Dwiana Viral, Singgung Infrastruktur hingga Polemik Pendidikan
Berita Pendidikan

Surat Terbuka untuk Eva Dwiana Viral, Singgung Infrastruktur hingga Polemik Pendidikan

June 17, 2026
Abdullah Sani Laporkan Dugaan Pelanggaran Yayasan Siger Setelah Aduan ke Kajati Lampung
Berita Pendidikan

Abdullah Sani Laporkan Dugaan Pelanggaran Yayasan Siger Setelah Aduan ke Kajati Lampung

June 17, 2026
Berkedok Liburan, Iuran Paksaan MKKS Lampung Selatan Dingatkan Pengamat: ASN Bukan Plesiran Saat PPDB!
Berita Pendidikan

Berkedok Liburan, Iuran Paksaan MKKS Lampung Selatan Dingatkan Pengamat: ASN Bukan Plesiran Saat PPDB!

June 16, 2026
Majalahnarasi.id

© 2025 - Majalahnarasi.id

No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian

© 2025 - Majalahnarasi.id