• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan & Kerjasama
  • Kontributor
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak
Monday, February 2, 2026
Majalahnarasi.id
Advertisement
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
Majalahnarasi.id
No Result
View All Result
Home Pemerintahan Bandar Lampung

Muhammad Alfariezie Soroti Kepasifan Publik Lewat Puisi Kontemporer

by Melda
December 21, 2025
in Bandar Lampung
Muhammad Alfariezie Soroti Kepasifan Publik Lewat Puisi Kontemporer
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MAJALAH NARASI– Penyair Muhammad Alfariezie kembali menorehkan kritik sosial melalui karyanya, puisi berjudul Melahirkan Republik Asyik Bernyanyi. Puisi ini menghadirkan refleksi tajam tentang kondisi bangsa yang lahir dalam ketidaksempurnaan dan tumbuh di tengah kepasifan masyarakat, mengubah eksklusivitas sastra menjadi medium kritik politik dan sosial.

Puisi ini membuka dengan metafora yang kuat: “Ibu yang sedang sakit melahirkan republik”. Baris ini menjadi simbol kelahiran bangsa yang tidak ideal, sarat dengan tantangan sosial, pendidikan, dan kepemimpinan. Alih-alih menunjuk satu individu atau kelompok, Alfariezie menyoroti sistem dan perilaku kolektif, menekankan bahwa problematika bangsa lahir dari kebiasaan diam dan kepasifan warga yang mengetahui ketidakadilan namun enggan bertindak.

Dalam bait-baitnya, penyair menuliskan:
“Kita tersandera! Bukan oleh seseorang atau golongan. Kita tahu bohong mempengaruhi perasaan tapi selalu diam dengan yang ingkar.”
Menurut Alfariezie, kenyataan ini mencerminkan situasi di mana masyarakat memahami kebohongan dan ironi politik, namun tetap nyaman berada di zona aman. Kesadaran ini tidak berujung pada keberanian, melainkan pada pengamatan pasif, yang diibaratkan sebagai “menyanyi di tengah kenyataan yang retak”.

Berita Lainnya

Krisis SMA Siger, SMK swasta nyatakan kesiapan tampung siswa terdampak

Panji Padang Ratu: SMA Swasta Siger Contoh Buruk Tata Kelola Pendidikan

Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan

Puisi ini juga menyoroti budaya sosial yang kerap menikmati ironi sambil menonton tanpa ikut berkontribusi pada perubahan. Pernyataan “kita paham negeri ini ringkih dan mudah layu tapi hanya asyik memandang dan berpikir bahkan enggan beranjak untuk sebatas doa beriring hujan” menegaskan kritik terhadap sikap pasif dan kepasrahan, yang menurut Alfariezie, menjadi salah satu akar stagnasi perkembangan republik.

Menurut pengamat sastra kontemporer, Dita Haris, karya ini berhasil memadukan estetika sastra dan kritik sosial. “Alfariezie tidak hanya menulis puisi; dia menggunakan medium sastra untuk membuka dialog kritis tentang politik, moralitas, dan tanggung jawab kolektif,” ujarnya. Puisi ini mengingatkan bahwa krisis bangsa sering muncul dari keheningan yang diterima bersama, bukan dari kegaduhan publik semata.

*Melahirkan Republik Asyik Bernyanyi* menjadi refleksi mendalam tentang bangsa yang sering menyadari masalahnya, namun enggan bergerak. Alfariezie menunjukkan bahwa perubahan sejati hanya bisa lahir jika masyarakat berani bertindak, bukan sekadar memahami dan menonton. Puisi ini mengubah eksklusivitas sastra menjadi alat pendidikan moral, sekaligus kritik politik yang relevan dengan dinamika sosial kontemporer, sehingga membuka ruang diskusi lebih luas bagi generasi muda dan penggiat literasi.

Dengan demikian, karya Alfariezie menegaskan bahwa sastra tidak hanya menjadi hiburan atau estetika belaka, tetapi juga medium untuk membangkitkan kesadaran kritis dan tanggung jawab kolektif dalam menghadapi realitas sosial dan politik bangsa.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: analisis puisiKepasifan Masyarakatkritik sosialLiterasi PolitikMuhammad AlfarieziePuisi KontemporerRepublikSastra Indonesia
Previous Post

Plt Kadis Pendidikan Tanggamus Tak Kooperatif Terkait Dugaan Tender

Next Post

Almira Nabila Fauzi Dorong Inklusivitas untuk Penyandang Disabilitas Pringsewu

Melda

Melda

Related Posts

Krisis SMA Siger, SMK swasta nyatakan kesiapan tampung siswa terdampak
Bandar Lampung

Krisis SMA Siger, SMK swasta nyatakan kesiapan tampung siswa terdampak

by Melda
February 2, 2026
Laskar Lampung Nilai Pengamanan Aset Pemkot Bandar Lampung Tidak Adil
Bandar Lampung

Panji Padang Ratu: SMA Swasta Siger Contoh Buruk Tata Kelola Pendidikan

by Melda
January 30, 2026
Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan
Bandar Lampung

Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan

by Melda
January 30, 2026
Bandar Lampung Memanas: Kebijakan Eva Dwiana Jilid II Picu Kegaduhan
Bandar Lampung

Bandar Lampung Memanas: Kebijakan Eva Dwiana Jilid II Picu Kegaduhan

by Melda
January 29, 2026
Legalitas Hak Atas Tanah Warga Pringsewu Kian Terjamin
Bandar Lampung

Legalitas Hak Atas Tanah Warga Pringsewu Kian Terjamin

by Melda
January 29, 2026
Next Post
Almira Nabila Fauzi Dorong Inklusivitas untuk Penyandang Disabilitas Pringsewu

Almira Nabila Fauzi Dorong Inklusivitas untuk Penyandang Disabilitas Pringsewu

Recommended

Rahasia Belajar Produktif Setiap Hari

Rahasia Belajar Produktif Setiap Hari

September 20, 2025
Semangat Sumpah Pemuda Menggema di Polres Tanggamus: Generasi Muda Didorong Jadi Penentu Sejarah Bangsa

Semangat Sumpah Pemuda Menggema di Polres Tanggamus: Generasi Muda Didorong Jadi Penentu Sejarah Bangsa

October 28, 2025

Categories

  • Bandar Lampung
  • Beasiswa & Karir
  • Berita Pendidikan
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Literasi & Budaya
  • Metro
  • Multimedia
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Riset & Opini
  • Tanggamus
  • Teknologi Pendidikan
  • Tips Belajar & Ujian
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Don't miss it

Tangisan Pejabat, Kemarahan Publik: SMA Siger dalam Sidang Rakyat
Beasiswa & Karir

Tangisan Pejabat, Kemarahan Publik: SMA Siger dalam Sidang Rakyat

February 2, 2026
Krisis SMA Siger, SMK swasta nyatakan kesiapan tampung siswa terdampak
Bandar Lampung

Krisis SMA Siger, SMK swasta nyatakan kesiapan tampung siswa terdampak

February 2, 2026
Laskar Lampung Nilai Pengamanan Aset Pemkot Bandar Lampung Tidak Adil
Bandar Lampung

Panji Padang Ratu: SMA Swasta Siger Contoh Buruk Tata Kelola Pendidikan

January 30, 2026
Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan
Bandar Lampung

Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan

January 30, 2026
Bandar Lampung Memanas: Kebijakan Eva Dwiana Jilid II Picu Kegaduhan
Bandar Lampung

Bandar Lampung Memanas: Kebijakan Eva Dwiana Jilid II Picu Kegaduhan

January 29, 2026
Legalitas Hak Atas Tanah Warga Pringsewu Kian Terjamin
Bandar Lampung

Legalitas Hak Atas Tanah Warga Pringsewu Kian Terjamin

January 29, 2026
Majalahnarasi.id

© 2025 - Majalahnarasi.id

No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian

© 2025 - Majalahnarasi.id