• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan & Kerjasama
  • Kontributor
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak
Friday, June 19, 2026
Majalahnarasi.id
Advertisement
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
Majalahnarasi.id
No Result
View All Result
Home Pemerintahan Bandar Lampung

Muhammad Alfariezie Soroti Kepasifan Publik Lewat Puisi Kontemporer

by Melda
December 21, 2025
in Bandar Lampung
Muhammad Alfariezie Soroti Kepasifan Publik Lewat Puisi Kontemporer
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MAJALAH NARASI– Penyair Muhammad Alfariezie kembali menorehkan kritik sosial melalui karyanya, puisi berjudul Melahirkan Republik Asyik Bernyanyi. Puisi ini menghadirkan refleksi tajam tentang kondisi bangsa yang lahir dalam ketidaksempurnaan dan tumbuh di tengah kepasifan masyarakat, mengubah eksklusivitas sastra menjadi medium kritik politik dan sosial.

Puisi ini membuka dengan metafora yang kuat: “Ibu yang sedang sakit melahirkan republik”. Baris ini menjadi simbol kelahiran bangsa yang tidak ideal, sarat dengan tantangan sosial, pendidikan, dan kepemimpinan. Alih-alih menunjuk satu individu atau kelompok, Alfariezie menyoroti sistem dan perilaku kolektif, menekankan bahwa problematika bangsa lahir dari kebiasaan diam dan kepasifan warga yang mengetahui ketidakadilan namun enggan bertindak.

Dalam bait-baitnya, penyair menuliskan:
“Kita tersandera! Bukan oleh seseorang atau golongan. Kita tahu bohong mempengaruhi perasaan tapi selalu diam dengan yang ingkar.”
Menurut Alfariezie, kenyataan ini mencerminkan situasi di mana masyarakat memahami kebohongan dan ironi politik, namun tetap nyaman berada di zona aman. Kesadaran ini tidak berujung pada keberanian, melainkan pada pengamatan pasif, yang diibaratkan sebagai “menyanyi di tengah kenyataan yang retak”.

Berita Lainnya

Suasana Berbeda Warnai Sidang PT LEB, Ketegangan Berganti Senyum Menjelang Vonis

Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas

MoU Himperra-BRI Jadi Langkah Nyata Dorong Pertumbuhan Sektor Properti di Lampung

Puisi ini juga menyoroti budaya sosial yang kerap menikmati ironi sambil menonton tanpa ikut berkontribusi pada perubahan. Pernyataan “kita paham negeri ini ringkih dan mudah layu tapi hanya asyik memandang dan berpikir bahkan enggan beranjak untuk sebatas doa beriring hujan” menegaskan kritik terhadap sikap pasif dan kepasrahan, yang menurut Alfariezie, menjadi salah satu akar stagnasi perkembangan republik.

Menurut pengamat sastra kontemporer, Dita Haris, karya ini berhasil memadukan estetika sastra dan kritik sosial. “Alfariezie tidak hanya menulis puisi; dia menggunakan medium sastra untuk membuka dialog kritis tentang politik, moralitas, dan tanggung jawab kolektif,” ujarnya. Puisi ini mengingatkan bahwa krisis bangsa sering muncul dari keheningan yang diterima bersama, bukan dari kegaduhan publik semata.

*Melahirkan Republik Asyik Bernyanyi* menjadi refleksi mendalam tentang bangsa yang sering menyadari masalahnya, namun enggan bergerak. Alfariezie menunjukkan bahwa perubahan sejati hanya bisa lahir jika masyarakat berani bertindak, bukan sekadar memahami dan menonton. Puisi ini mengubah eksklusivitas sastra menjadi alat pendidikan moral, sekaligus kritik politik yang relevan dengan dinamika sosial kontemporer, sehingga membuka ruang diskusi lebih luas bagi generasi muda dan penggiat literasi.

Dengan demikian, karya Alfariezie menegaskan bahwa sastra tidak hanya menjadi hiburan atau estetika belaka, tetapi juga medium untuk membangkitkan kesadaran kritis dan tanggung jawab kolektif dalam menghadapi realitas sosial dan politik bangsa.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: analisis puisiKepasifan Masyarakatkritik sosialLiterasi PolitikMuhammad AlfarieziePuisi KontemporerRepublikSastra Indonesia
Previous Post

Plt Kadis Pendidikan Tanggamus Tak Kooperatif Terkait Dugaan Tender

Next Post

Almira Nabila Fauzi Dorong Inklusivitas untuk Penyandang Disabilitas Pringsewu

Melda

Melda

Related Posts

Bandar Lampung

Suasana Berbeda Warnai Sidang PT LEB, Ketegangan Berganti Senyum Menjelang Vonis

by Melda
June 18, 2026
Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas
Bandar Lampung

Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas

by Melda
June 18, 2026
MoU Himperra-BRI Jadi Langkah Nyata Dorong Pertumbuhan Sektor Properti di Lampung
Bandar Lampung

MoU Himperra-BRI Jadi Langkah Nyata Dorong Pertumbuhan Sektor Properti di Lampung

by Melda
June 13, 2026
Jaksa KPK Cegat Alasan Budaya Ketimuran dalam Pemberian Rp500 Juta kepada Pejabat
Bandar Lampung

Jaksa KPK Cegat Alasan Budaya Ketimuran dalam Pemberian Rp500 Juta kepada Pejabat

by Melda
June 12, 2026
Bandar Lampung

Hermawan Eriadi Klaim Hanya Seorang Profesional yang Berjuang untuk Kemajuan Lampung

by Melda
June 12, 2026
Next Post
Almira Nabila Fauzi Dorong Inklusivitas untuk Penyandang Disabilitas Pringsewu

Almira Nabila Fauzi Dorong Inklusivitas untuk Penyandang Disabilitas Pringsewu

Recommended

IJP Lampung Telusuri Resep Bertahan Pikiran Rakyat di Era Digital: Dari Transformasi Media Hingga Kebangkitan Koran

IJP Lampung Telusuri Resep Bertahan Pikiran Rakyat di Era Digital: Dari Transformasi Media Hingga Kebangkitan Koran

December 1, 2025
Hibah Masuk, Legalitas Nyusul (Atau Tidak Sama Sekali)

Hibah Masuk, Legalitas Nyusul (Atau Tidak Sama Sekali)

January 26, 2026

Categories

  • Bandar Lampung
  • Beasiswa & Karir
  • Berita Pendidikan
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Literasi & Budaya
  • Metro
  • Multimedia
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Riset & Opini
  • Tanggamus
  • Teknologi Pendidikan
  • Tips Belajar & Ujian
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Don't miss it

Bandar Lampung

Suasana Berbeda Warnai Sidang PT LEB, Ketegangan Berganti Senyum Menjelang Vonis

June 18, 2026
Dikaitkan dengan Pungli BOS, Kabid Dikdas Lampung Selatan Minta Hak Jawab Dipublikasikan
Berita Pendidikan

Dikaitkan dengan Pungli BOS, Kabid Dikdas Lampung Selatan Minta Hak Jawab Dipublikasikan

June 18, 2026
Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas
Bandar Lampung

Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas

June 18, 2026
Surat Terbuka untuk Eva Dwiana Viral, Singgung Infrastruktur hingga Polemik Pendidikan
Berita Pendidikan

Surat Terbuka untuk Eva Dwiana Viral, Singgung Infrastruktur hingga Polemik Pendidikan

June 17, 2026
Abdullah Sani Laporkan Dugaan Pelanggaran Yayasan Siger Setelah Aduan ke Kajati Lampung
Berita Pendidikan

Abdullah Sani Laporkan Dugaan Pelanggaran Yayasan Siger Setelah Aduan ke Kajati Lampung

June 17, 2026
Berkedok Liburan, Iuran Paksaan MKKS Lampung Selatan Dingatkan Pengamat: ASN Bukan Plesiran Saat PPDB!
Berita Pendidikan

Berkedok Liburan, Iuran Paksaan MKKS Lampung Selatan Dingatkan Pengamat: ASN Bukan Plesiran Saat PPDB!

June 16, 2026
Majalahnarasi.id

© 2025 - Majalahnarasi.id

No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian

© 2025 - Majalahnarasi.id