• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan & Kerjasama
  • Kontributor
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak
Friday, June 19, 2026
Majalahnarasi.id
Advertisement
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
Majalahnarasi.id
No Result
View All Result
Home Pemerintahan Bandar Lampung

Kebijakan Maladministrasi di Pendidikan Lampung: Ancaman Nyata bagi Sekolah Swasta

by Melda
October 6, 2025
in Bandar Lampung
Kebijakan Maladministrasi di Pendidikan Lampung: Ancaman Nyata bagi Sekolah Swasta
590
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MAJALAH NARASI– Negara Indonesia melalui Undang-Undang Dasar 1945 menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, sebagaimana tertuang dalam Pasal 28C ayat (1) dan Pasal 31 ayat (1). Undang-undang ini menegaskan kewajiban negara untuk menyediakan pendidikan sebagai sarana pengembangan diri dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Hal ini diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menekankan bahwa pendidikan bukan hanya hak, tetapi juga tanggung jawab konstitusional negara untuk menjamin pemerataan dan keadilan dalam akses pendidikan.

Namun, implementasi prinsip-prinsip ini di Provinsi Lampung menunjukkan dinamika yang kompleks. Salah satu kebijakan yang memicu kontroversi adalah penambahan kuota siswa pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sejumlah sekolah negeri. Tujuan kebijakan ini adalah untuk memperluas akses bagi masyarakat yang belum terakomodasi dalam sistem zonasi. Meski terdengar progresif, realitas di lapangan menunjukkan dampak negatif yang signifikan terhadap sekolah swasta.

Berita Lainnya

Suasana Berbeda Warnai Sidang PT LEB, Ketegangan Berganti Senyum Menjelang Vonis

Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas

MoU Himperra-BRI Jadi Langkah Nyata Dorong Pertumbuhan Sektor Properti di Lampung

Para pengelola sekolah swasta menilai kebijakan ini berpotensi “membunuh” operasional lembaga mereka. Dengan berkurangnya jumlah pendaftar karena siswa dialihkan ke sekolah negeri, banyak sekolah swasta mengalami tekanan finansial yang berat. Beberapa bahkan berada di ambang krisis, menghadapi kondisi “mati segan, hidup tak mampu” karena kehilangan basis peserta didik secara perlahan. Hal ini tidak hanya berdampak pada kelangsungan institusi, tetapi juga pada tenaga pendidik dan kualitas pembelajaran yang mereka tawarkan.

Secara hukum administrasi, setiap kebijakan publik, termasuk penambahan kuota siswa, harus tunduk pada Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB) sesuai Pasal 10 ayat (1) UU Nomor 30 Tahun 2014. Artinya, keputusan pemerintah wajib menjunjung kepastian hukum, kemanfaatan, proporsionalitas, keadilan sosial, dan bebas dari konflik kepentingan.

Pertanyaan kritis muncul: Apakah kebijakan ini merupakan diskresi administratif (beleidsvrijheid) yang sah, atau justru melanggar asas transparansi dan proporsionalitas? Fakta di lapangan menunjukkan bahwa penambahan kuota di beberapa sekolah negeri memicu kepadatan ruang kelas melebihi kapasitas ideal, rasio guru dan siswa yang timpang, serta penurunan mutu pembelajaran. Selain itu, muncul kecemburuan sosial dari pihak sekolah swasta yang merasa dirugikan karena kebijakan ini diambil tanpa partisipasi atau sosialisasi memadai.

Kondisi ini menegaskan pentingnya pengambilan keputusan berbasis analisis kebutuhan yang matang dan asas proporsionalitas. Kebijakan pendidikan tidak cukup hanya legal secara administratif; harus legitimate di mata masyarakat dan memberikan manfaat menyeluruh. Pemerintah daerah wajib memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar berpihak pada masyarakat, tanpa menimbulkan kerugian signifikan bagi pihak tertentu.

Lebih lanjut, transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik harus menjadi fondasi setiap kebijakan pendidikan. Melibatkan stakeholder pendidikan, termasuk sekolah swasta, orang tua, dan komunitas pendidikan, dapat memastikan bahwa kebijakan tidak hanya formal secara hukum, tetapi juga adil dan berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, Provinsi Lampung dapat menciptakan tata kelola pendidikan yang berkeadilan, meningkatkan kualitas belajar, dan mencegah kerugian institusional bagi sekolah swasta yang menjadi bagian penting dari ekosistem pendidikan nasional.

Jika kebijakan maladministrasi ini dibiarkan terus berlanjut, bukan tidak mungkin sekolah swasta akan menghadapi kepunahan perlahan, kualitas pendidikan menurun, dan masyarakat kehilangan pilihan pendidikan yang berkualitas. Tantangan ini menjadi panggilan bagi pemerintah daerah untuk menyeimbangkan akses, kualitas, dan keberlangsungan seluruh institusi pendidikan demi keadilan dan kemajuan pendidikan di Lampung.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Ancaman Sekolah SwastaKeadilan PendidikanKebijakan Pendidikan LampungMaladministrasi PendidikanPemerintah Daerah LampungPendidikan BerkelanjutanPPDB 2025Proporsionalitas Kebijakansekolah swastaTransparansi Publik
Previous Post

Agus Jumadi PKS Tersandera Politik Eva Dwiana? Skandal Alih Fungsi Terminal Panjang Memanas, DPRD Kota Bandar Lampung Diwarnai Kontroversi

Next Post

Menelisik Kasus Pt Lampung Energi Berjaya: Status Hukum, Dasar Bumd, Dan Kontroversi Penetapan Tersangka

Melda

Melda

Related Posts

Bandar Lampung

Suasana Berbeda Warnai Sidang PT LEB, Ketegangan Berganti Senyum Menjelang Vonis

by Melda
June 18, 2026
Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas
Bandar Lampung

Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas

by Melda
June 18, 2026
MoU Himperra-BRI Jadi Langkah Nyata Dorong Pertumbuhan Sektor Properti di Lampung
Bandar Lampung

MoU Himperra-BRI Jadi Langkah Nyata Dorong Pertumbuhan Sektor Properti di Lampung

by Melda
June 13, 2026
Jaksa KPK Cegat Alasan Budaya Ketimuran dalam Pemberian Rp500 Juta kepada Pejabat
Bandar Lampung

Jaksa KPK Cegat Alasan Budaya Ketimuran dalam Pemberian Rp500 Juta kepada Pejabat

by Melda
June 12, 2026
Bandar Lampung

Hermawan Eriadi Klaim Hanya Seorang Profesional yang Berjuang untuk Kemajuan Lampung

by Melda
June 12, 2026
Next Post
Menelisik Kasus Pt Lampung Energi Berjaya: Status Hukum, Dasar Bumd, Dan Kontroversi Penetapan Tersangka

Menelisik Kasus Pt Lampung Energi Berjaya: Status Hukum, Dasar Bumd, Dan Kontroversi Penetapan Tersangka

Recommended

Ahli Waris Alm Thamrin Pertanyakan Dasar Penolakan Santunan oleh PT Taspen

Ahli Waris Alm Thamrin Pertanyakan Dasar Penolakan Santunan oleh PT Taspen

May 22, 2026
Strategi Membaca Cepat dan Efektif: Rahasia Pelajar Hebat dalam Menguasai Informasi

Strategi Membaca Cepat dan Efektif: Rahasia Pelajar Hebat dalam Menguasai Informasi

September 18, 2025

Categories

  • Bandar Lampung
  • Beasiswa & Karir
  • Berita Pendidikan
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Literasi & Budaya
  • Metro
  • Multimedia
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Riset & Opini
  • Tanggamus
  • Teknologi Pendidikan
  • Tips Belajar & Ujian
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Don't miss it

Bandar Lampung

Suasana Berbeda Warnai Sidang PT LEB, Ketegangan Berganti Senyum Menjelang Vonis

June 18, 2026
Dikaitkan dengan Pungli BOS, Kabid Dikdas Lampung Selatan Minta Hak Jawab Dipublikasikan
Berita Pendidikan

Dikaitkan dengan Pungli BOS, Kabid Dikdas Lampung Selatan Minta Hak Jawab Dipublikasikan

June 18, 2026
Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas
Bandar Lampung

Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas

June 18, 2026
Surat Terbuka untuk Eva Dwiana Viral, Singgung Infrastruktur hingga Polemik Pendidikan
Berita Pendidikan

Surat Terbuka untuk Eva Dwiana Viral, Singgung Infrastruktur hingga Polemik Pendidikan

June 17, 2026
Abdullah Sani Laporkan Dugaan Pelanggaran Yayasan Siger Setelah Aduan ke Kajati Lampung
Berita Pendidikan

Abdullah Sani Laporkan Dugaan Pelanggaran Yayasan Siger Setelah Aduan ke Kajati Lampung

June 17, 2026
Berkedok Liburan, Iuran Paksaan MKKS Lampung Selatan Dingatkan Pengamat: ASN Bukan Plesiran Saat PPDB!
Berita Pendidikan

Berkedok Liburan, Iuran Paksaan MKKS Lampung Selatan Dingatkan Pengamat: ASN Bukan Plesiran Saat PPDB!

June 16, 2026
Majalahnarasi.id

© 2025 - Majalahnarasi.id

No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian

© 2025 - Majalahnarasi.id