• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan & Kerjasama
  • Kontributor
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak
Monday, February 2, 2026
Majalahnarasi.id
Advertisement
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
Majalahnarasi.id
No Result
View All Result
Home Pemerintahan Bandar Lampung

Ketika Bahasa Menjadi Senjata Politik: Muhammad Alfariezie dan Puisi Imaji-Sosial yang Mengguncang Bandar Lampung

by Melda
October 22, 2025
in Bandar Lampung
Ketika Bahasa Menjadi Senjata Politik: Muhammad Alfariezie dan Puisi Imaji-Sosial yang Mengguncang Bandar Lampung
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MAJALAH NARASI— Dalam lanskap sastra kontemporer Indonesia, nama Muhammad Alfariezie menonjol sebagai penyair muda yang mampu menggabungkan kecerdasan imajistik dengan kritik sosial-politik yang tajam. Lahir dan besar di Kota Bandar Lampung, Alfariezie tidak hanya menguasai teknik satire sosialisme, tetapi juga lihai menyisipkan frasa imaji abstrak yang mampu membangun kesadaran kritis masyarakat melalui karya-karyanya.

Salah satu karya terbarunya, puisi Benih Khianat di Kota Merdeka, menegaskan kemampuan Alfariezie memanfaatkan bahasa sebagai senjata moral dan politik. Puisi ini menyoroti praktik penyalahgunaan kekuasaan di tingkat lokal, khususnya oleh pejabat pemerintahan Kota Bandar Lampung, dan sekaligus menjadi cerminan perasaan kolektif masyarakat terhadap ketidakadilan yang mereka saksikan.

Imaji Sebagai Pisau Analisis Sosial

Puisi Benih Khianat di Kota Merdeka bisa dibaca melalui lensa imajisme (imagism), sebuah teori puisi yang digagas Ezra Pound dan Amy Lowell. Imajisme menekankan kesederhanaan bahasa, kejelasan citraan, dan kepadatan makna. Dalam konteks puisi Alfariezie, setiap imaji berfungsi sebagai alat berpikir visual yang memudahkan pembaca merasakan secara langsung ketidakadilan dan dilema sosial yang terjadi di Kota Bandar Lampung.

Berita Lainnya

Krisis SMA Siger, SMK swasta nyatakan kesiapan tampung siswa terdampak

Panji Padang Ratu: SMA Swasta Siger Contoh Buruk Tata Kelola Pendidikan

Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan

Contoh imaji paling menonjol terdapat pada larik awal:

Masa depan Bandar Lampung
enggak boleh tumbuh dari
benih-benih khianat wali kota

Di sini, “benih khianat” menjadi simbol kuat tentang proses pertumbuhan masa depan kota yang justru dirusak dari akarnya. Simbol ini bukan sekadar metafora etis, tetapi kritik nyata terhadap kebijakan atau tindakan politik yang korup dan merugikan masyarakat. Alfariezie memanfaatkan imaji ini untuk menggugah kesadaran pembaca, menegaskan bahwa kemajuan kota tidak bisa lahir dari fondasi yang busuk.

Kontras Nasional dan Realitas Lokal

Larik selanjutnya:

Bandar Lampung bercita-cita
Sama dengan Indonesia

menampilkan imaji nasional yang menegaskan bahwa Bandar Lampung, meski kota kecil, memiliki aspirasi setara dengan idealisme negara. Namun, imaji ini segera dibenturkan dengan realitas lokal yang korup:

Kota ini terhina jika menjebak
siswa untuk enggak berijazah
demi ide penggila mencuil
duit negara

Kontras ini menciptakan guncangan moral visual, memperlihatkan dua wajah Kota Bandar Lampung: satu ideal, satu bobrok. Alfariezie secara visual menempatkan pembaca di tengah konflik etika yang kompleks, menghadirkan pengalaman estetis sekaligus politis.

Empati Kolektif dan Masa Depan Digital

Penggunaan repetisi kata “kasihan” dalam larik-larik berikut:

Kasihan jika nanti sulit
membangun hijau klan digital
Kasihan bila ke depan terus
mengurus pra sejahtera

menunjukkan kemampuan penyair membangun imaji empatik yang menyentuh hati. “Hijau klan digital” menghadirkan citraan futuristik, sebuah kota yang modern, ramah lingkungan, dan inklusif, tetapi terhalang oleh kebijakan buruk. Kata “kasihan” mempertegas luka kolektif masyarakat yang terjebak dalam birokrasi yang cacat.

Klimaks Politik dan Revolusi Rakyat

Puncak puisi muncul pada larik:

Kota ini merdeka bukan untuk
mereka yang bejat! Daulat
rakyat untuk kita yang hebat

Di sini, Alfariezie memunculkan imaji revolusioner. Kata “Daulat rakyat” menjadi simbol kebangkitan politik masyarakat sipil, bukan sekadar slogan, tetapi seruan nyata untuk melawan penguasa yang menyeleweng. Imaji “kita yang hebat” menghadirkan rasa optimisme kolektif, mengajak pembaca untuk menjadi bagian dari perubahan sosial.

Bahasa Sebagai Senjata Visual

Keunggulan puisi Alfariezie terletak pada transformasi bahasa menjadi senjata visual yang kompleks. Imaji — dari “benih khianat” hingga “daulat rakyat” — bergerak dari kritik individu ke refleksi sosial dan akhirnya aspirasi nasional. Struktur ini menunjukkan keterampilan penyair dalam mengolah citraan sebagai alat perjuangan moral dan politik, menjadikan puisi tidak hanya karya sastra tetapi juga manifesto etika publik.

Kesimpulan: Imaji-Sosial Politik sebagai Identitas Baru

Puisi Benih Khianat di Kota Merdeka membuktikan bahwa Alfariezie bukan sekadar penyair estetis, tetapi juga pengamat sosial-politik yang tajam. Imaji yang digunakan bersifat komunikatif, mendidik, sekaligus menggugah. Melalui karya ini, penyair muda Bandar Lampung menegaskan bahwa kemerdekaan sejati sebuah kota hanya bisa tumbuh dari benih kejujuran, keadilan, dan keberpihakan pada rakyat. Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi senjata moral yang mampu mengubah cara masyarakat memandang kekuasaan, tanggung jawab, dan masa depan kota.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: BandarLampungImajistikKritikSosialMuhammadAlfarieziePolitikLokalPuisiLampung
Previous Post

Bupati Lampung Selatan Resmikan Jalan Way Harong-Simpang Sidoharjo, Dorong Mobilitas dan Ekonomi Desa Agom

Next Post

SMP 13 Bandar Lampung Buming! Kasus Bullying yang Menyentak Publik dan Mengancam Masa Depan Remaja

Melda

Melda

Related Posts

Krisis SMA Siger, SMK swasta nyatakan kesiapan tampung siswa terdampak
Bandar Lampung

Krisis SMA Siger, SMK swasta nyatakan kesiapan tampung siswa terdampak

by Melda
February 2, 2026
Laskar Lampung Nilai Pengamanan Aset Pemkot Bandar Lampung Tidak Adil
Bandar Lampung

Panji Padang Ratu: SMA Swasta Siger Contoh Buruk Tata Kelola Pendidikan

by Melda
January 30, 2026
Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan
Bandar Lampung

Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan

by Melda
January 30, 2026
Bandar Lampung Memanas: Kebijakan Eva Dwiana Jilid II Picu Kegaduhan
Bandar Lampung

Bandar Lampung Memanas: Kebijakan Eva Dwiana Jilid II Picu Kegaduhan

by Melda
January 29, 2026
Legalitas Hak Atas Tanah Warga Pringsewu Kian Terjamin
Bandar Lampung

Legalitas Hak Atas Tanah Warga Pringsewu Kian Terjamin

by Melda
January 29, 2026
Next Post
SMP 13 Bandar Lampung Buming! Kasus Bullying yang Menyentak Publik dan Mengancam Masa Depan Remaja

SMP 13 Bandar Lampung Buming! Kasus Bullying yang Menyentak Publik dan Mengancam Masa Depan Remaja

Recommended

Tips Menghafal Cepat untuk Ujian Akhir: Rahasia Sukses Mahasiswa dan Pelajar

Tips Menghafal Cepat untuk Ujian Akhir: Rahasia Sukses Mahasiswa dan Pelajar

September 27, 2025
Bupati Tanggamus Bongkar Jurus Ampuh Kendalikan Inflasi, Beras Surplus 74 Ribu Ton!

Bupati Tanggamus Bongkar Jurus Ampuh Kendalikan Inflasi, Beras Surplus 74 Ribu Ton!

September 16, 2025

Categories

  • Bandar Lampung
  • Beasiswa & Karir
  • Berita Pendidikan
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Literasi & Budaya
  • Metro
  • Multimedia
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Riset & Opini
  • Tanggamus
  • Teknologi Pendidikan
  • Tips Belajar & Ujian
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Don't miss it

Tangisan Pejabat, Kemarahan Publik: SMA Siger dalam Sidang Rakyat
Beasiswa & Karir

Tangisan Pejabat, Kemarahan Publik: SMA Siger dalam Sidang Rakyat

February 2, 2026
Krisis SMA Siger, SMK swasta nyatakan kesiapan tampung siswa terdampak
Bandar Lampung

Krisis SMA Siger, SMK swasta nyatakan kesiapan tampung siswa terdampak

February 2, 2026
Laskar Lampung Nilai Pengamanan Aset Pemkot Bandar Lampung Tidak Adil
Bandar Lampung

Panji Padang Ratu: SMA Swasta Siger Contoh Buruk Tata Kelola Pendidikan

January 30, 2026
Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan
Bandar Lampung

Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan

January 30, 2026
Bandar Lampung Memanas: Kebijakan Eva Dwiana Jilid II Picu Kegaduhan
Bandar Lampung

Bandar Lampung Memanas: Kebijakan Eva Dwiana Jilid II Picu Kegaduhan

January 29, 2026
Legalitas Hak Atas Tanah Warga Pringsewu Kian Terjamin
Bandar Lampung

Legalitas Hak Atas Tanah Warga Pringsewu Kian Terjamin

January 29, 2026
Majalahnarasi.id

© 2025 - Majalahnarasi.id

No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian

© 2025 - Majalahnarasi.id