• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan & Kerjasama
  • Kontributor
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak
Friday, June 19, 2026
Majalahnarasi.id
Advertisement
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
Majalahnarasi.id
No Result
View All Result
Home Pemerintahan Bandar Lampung

Dari Tempat Tidur ke Asa Baru: Perjuangan Remaja Bangkit dari Luka Tekan

by Melda
January 22, 2026
in Bandar Lampung
Dari Tempat Tidur ke Asa Baru: Perjuangan Remaja Bangkit dari Luka Tekan
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MAJALAH NARASI- Luka tekan atau dekubitus kerap dianggap sebagai komplikasi medis yang sepele. Padahal, bagi pasien dengan keterbatasan mobilitas, luka ini dapat menjadi ancaman serius bagi kualitas hidup. Di Lampung Selatan, kisah seorang remaja perempuan menunjukkan bagaimana perawatan luka modern dan dukungan kemanusiaan mampu mengubah luka menjadi harapan.

Ketika Luka Bukan Sekadar Masalah Medis

Secara medis, luka merupakan kerusakan jaringan akibat cedera, tekanan, atau gangguan sirkulasi. Luka tekan atau pressure injuries terjadi akibat tekanan yang terus-menerus pada area tubuh tertentu sehingga aliran darah terhambat dan jaringan mengalami kerusakan. Kondisi ini sering dialami pasien dengan kelumpuhan, tirah baring lama, atau keterbatasan gerak.

Literatur keperawatan mengelompokkan luka tekan ke dalam beberapa stadium, mulai dari perubahan warna kulit tanpa luka terbuka hingga kerusakan jaringan dalam yang mencapai tulang. Penanganan yang terlambat atau tidak tepat berisiko menyebabkan infeksi berat dan komplikasi jangka panjang.

Berita Lainnya

Suasana Berbeda Warnai Sidang PT LEB, Ketegangan Berganti Senyum Menjelang Vonis

Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas

MoU Himperra-BRI Jadi Langkah Nyata Dorong Pertumbuhan Sektor Properti di Lampung

Peran Praktisi Luka di Garis Depan Pelayanan

Mardiah Ningsih, S.S.T., CWCCA, ASN di UPTD Puskesmas Palas, Kabupaten Lampung Selatan, menjadi salah satu tenaga kesehatan yang mendedikasikan diri pada perawatan luka modern. Bersama suaminya, Tedi Antoko, S.Kep., CWCCA, ia membuka praktik mandiri pelayanan kebidanan dan keperawatan, termasuk perawatan luka akut dan kronis.

Mardiah mengaku awalnya sering mendampingi sang suami dalam menangani pasien luka. Pengalaman tersebut memotivasinya untuk ikut terlibat langsung, terutama saat merawat pasien perempuan yang membutuhkan pendampingan lebih intensif. Ia kemudian mengikuti pelatihan perawatan luka terakreditasi oleh BPSDM Kementerian Kesehatan RI hingga memperoleh sertifikasi praktisi luka.

Kisah Nn. Mawar dan Luka yang Mengancam Masa Depan

Suatu hari, keluarga seorang remaja perempuan yang disebut Nn. Mawar mendatangi praktik mereka untuk penggantian kateter urine. Mawar didiagnosis mengalami spinal cord injury incomplete akibat kecelakaan, yang menyebabkan kelumpuhan sebagian dan ketergantungan penuh pada keluarga dalam aktivitas sehari-hari.

Keterbatasan ekonomi membuat perawatan Mawar dilakukan sepenuhnya di rumah tanpa alat bantu khusus. Aktivitas makan, minum, hingga kebersihan diri dilakukan di atas tempat tidur. Kondisi ini memicu munculnya luka dekubitus di area gluteus sinistra.

Hasil pengkajian menunjukkan luka Mawar masuk kategori unstageable, di mana dasar luka tertutup jaringan nekrotik dan disertai tanda-tanda infeksi seperti bau tidak sedap dan peningkatan suhu lokal.

Pendekatan Medis dan Perawatan Luka Modern

Mardiah menyarankan keluarga untuk berkonsultasi ke dokter spesialis bedah. Di rumah sakit, Mawar menjalani tindakan debridement dan mendapatkan terapi obat. Setelah kondisi stabil, perawatan luka dilanjutkan di rumah dengan pendampingan praktisi luka bersertifikasi.

Pengkajian luka dilakukan secara menyeluruh, mencakup lokasi, klasifikasi stadium, warna dasar luka, eksudat, dan tanda infeksi. Konsep wound bed preparation diterapkan untuk menghilangkan faktor penghambat penyembuhan, sementara kerangka TIME digunakan sebagai panduan perawatan.

Pemilihan balutan yang tepat menjadi kunci dalam menjaga kelembapan luka, menekan pertumbuhan bakteri, dan mempercepat regenerasi jaringan. Perawatan dilakukan secara konsisten dengan mempertimbangkan kondisi nutrisi dan kesehatan umum pasien.

Kolaborasi dan Dukungan Keluarga

Perawatan Mawar tidak hanya bergantung pada tindakan medis. Dukungan keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah setempat, dan yayasan sosial turut berperan dalam proses pemulihan. Dukungan emosional, edukasi perawatan di rumah, serta motivasi menjadi bagian penting dalam menjaga semangat pasien.

Seiring waktu, luka dekubitus berukuran sekitar 10 x 6 sentimeter tersebut menutup sempurna. Mawar pun mulai kembali menjalani aktivitas positif seperti membaca, menulis puisi, dan mengembangkan minat lainnya meski dalam keterbatasan fisik.

Pelajaran dari Sebuah Perjuangan

Kasus Nn. Mawar menegaskan bahwa luka dekubitus merupakan persoalan kompleks yang membutuhkan kolaborasi lintas disiplin. Perawatan luka modern harus dibarengi edukasi keluarga, dukungan psikologis, serta keterlibatan aktif pasien.

Bagi Mardiah, kesembuhan pasien tidak hanya diukur dari tertutupnya luka, tetapi juga dari bangkitnya harapan dan kualitas hidup yang lebih baik. Luka yang ditangani dengan empati dan ilmu pengetahuan dapat menjadi awal baru bagi masa depan pasien.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: kesehatan remajaluka dekubitusluka tekanPelayanan Kesehatanperawatan luka modernpraktisi lukawound care
Previous Post

Lapas Kalianda Jadikan Literasi Pondasi Pembinaan Warga Binaan

Next Post

Aliran APBD ke Yayasan Swasta Jadi Sorotan, Kasus SMA Siger Naik ke Polda

Melda

Melda

Related Posts

Bandar Lampung

Suasana Berbeda Warnai Sidang PT LEB, Ketegangan Berganti Senyum Menjelang Vonis

by Melda
June 18, 2026
Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas
Bandar Lampung

Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas

by Melda
June 18, 2026
MoU Himperra-BRI Jadi Langkah Nyata Dorong Pertumbuhan Sektor Properti di Lampung
Bandar Lampung

MoU Himperra-BRI Jadi Langkah Nyata Dorong Pertumbuhan Sektor Properti di Lampung

by Melda
June 13, 2026
Jaksa KPK Cegat Alasan Budaya Ketimuran dalam Pemberian Rp500 Juta kepada Pejabat
Bandar Lampung

Jaksa KPK Cegat Alasan Budaya Ketimuran dalam Pemberian Rp500 Juta kepada Pejabat

by Melda
June 12, 2026
Bandar Lampung

Hermawan Eriadi Klaim Hanya Seorang Profesional yang Berjuang untuk Kemajuan Lampung

by Melda
June 12, 2026
Next Post
Aliran APBD ke Yayasan Swasta Jadi Sorotan, Kasus SMA Siger Naik ke Polda

Aliran APBD ke Yayasan Swasta Jadi Sorotan, Kasus SMA Siger Naik ke Polda

Recommended

Uang Publik Rp2,8 Miliar Dikelola, Tapi Kepala Puskesmas Ini Tidak Pernah Bisa Ditemui

Uang Publik Rp2,8 Miliar Dikelola, Tapi Kepala Puskesmas Ini Tidak Pernah Bisa Ditemui

January 8, 2026
Deep Learning-Coding Dorong Inovasi Pembelajaran SMPN 1 Padang Ratu

Deep Learning-Coding Dorong Inovasi Pembelajaran SMPN 1 Padang Ratu

September 18, 2025

Categories

  • Bandar Lampung
  • Beasiswa & Karir
  • Berita Pendidikan
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Literasi & Budaya
  • Metro
  • Multimedia
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Riset & Opini
  • Tanggamus
  • Teknologi Pendidikan
  • Tips Belajar & Ujian
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Don't miss it

Bandar Lampung

Suasana Berbeda Warnai Sidang PT LEB, Ketegangan Berganti Senyum Menjelang Vonis

June 18, 2026
Dikaitkan dengan Pungli BOS, Kabid Dikdas Lampung Selatan Minta Hak Jawab Dipublikasikan
Berita Pendidikan

Dikaitkan dengan Pungli BOS, Kabid Dikdas Lampung Selatan Minta Hak Jawab Dipublikasikan

June 18, 2026
Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas
Bandar Lampung

Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas

June 18, 2026
Surat Terbuka untuk Eva Dwiana Viral, Singgung Infrastruktur hingga Polemik Pendidikan
Berita Pendidikan

Surat Terbuka untuk Eva Dwiana Viral, Singgung Infrastruktur hingga Polemik Pendidikan

June 17, 2026
Abdullah Sani Laporkan Dugaan Pelanggaran Yayasan Siger Setelah Aduan ke Kajati Lampung
Berita Pendidikan

Abdullah Sani Laporkan Dugaan Pelanggaran Yayasan Siger Setelah Aduan ke Kajati Lampung

June 17, 2026
Berkedok Liburan, Iuran Paksaan MKKS Lampung Selatan Dingatkan Pengamat: ASN Bukan Plesiran Saat PPDB!
Berita Pendidikan

Berkedok Liburan, Iuran Paksaan MKKS Lampung Selatan Dingatkan Pengamat: ASN Bukan Plesiran Saat PPDB!

June 16, 2026
Majalahnarasi.id

© 2025 - Majalahnarasi.id

No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian

© 2025 - Majalahnarasi.id