• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan & Kerjasama
  • Kontributor
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak
Monday, February 2, 2026
Majalahnarasi.id
Advertisement
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
Majalahnarasi.id
No Result
View All Result
Home Pemerintahan Bandar Lampung

Bandar Lampung Memanas: Kebijakan Eva Dwiana Jilid II Picu Kegaduhan

by Melda
January 29, 2026
in Bandar Lampung
Bandar Lampung Memanas: Kebijakan Eva Dwiana Jilid II Picu Kegaduhan
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MAJALAH NARASI- Periode kedua kepemimpinan Eva Dwiana sebagai Wali Kota Bandar Lampung dimulai dengan atmosfer yang jauh dari optimistis. Alih-alih membawa stabilitas dan pembenahan, sejumlah kebijakan justru memicu polemik berlapis. Dari program bernuansa religius hingga pengelolaan anggaran pendidikan dan hibah, publik dihadapkan pada pola yang sama: dana besar, tata kelola dipertanyakan, dan transparansi yang minim.

Dalam waktu singkat, berbagai kebijakan itu membentuk persepsi awal yang suram. Kota seolah bergerak tanpa peta jalan yang jelas, sementara warga dipaksa bertanya-tanya ke mana arah pengelolaan anggaran publik akan dibawa.

Umroh Gratis Tanpa Aturan Jelas

Program umroh gratis yang digulirkan Pemerintah Kota Bandar Lampung sejak awal periode kedua menjadi sorotan. Bukan pada niat program, melainkan pada mekanisme penentuan penerima yang dinilai tidak transparan. Penunjukan penerima dilakukan secara spontan, bahkan di ruang publik seperti pasar, tanpa kriteria, juknis, atau basis data yang dapat diuji.

Berita Lainnya

Krisis SMA Siger, SMK swasta nyatakan kesiapan tampung siswa terdampak

Panji Padang Ratu: SMA Swasta Siger Contoh Buruk Tata Kelola Pendidikan

Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan

Sejumlah sumber internal Pemkot menyebut, pola ini menimbulkan kecemburuan sosial dan membuka ruang dugaan kepentingan non-programatik. “Seolah program pemerintah berjalan berdasarkan selera personal, bukan sistem,” ujar seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi tersebut memunculkan kritik bahwa anggaran publik digunakan tanpa kerangka kebijakan yang akuntabel, sehingga rawan dipersepsikan sebagai alat pencitraan.

Wisata Rohani Rp1,3 Miliar dan Tragedi Kemanusiaan

Kontroversi berlanjut pada program Wisata Rohani dengan anggaran sekitar Rp1,3 miliar. DPRD Kota Bandar Lampung mencatat adanya selisih signifikan antara jumlah peserta yang direncanakan dan realisasi di lapangan. Dari target 1.000 peserta, realisasi disebut hanya sekitar 400 orang.

Tragisnya, program ini juga diwarnai insiden meninggalnya seorang kepala SD negeri di Kemiling saat hendak mengikuti kegiatan tersebut. Fakta lain yang memantik kritik, mayoritas peserta merupakan aparatur sipil negara, bukan kelompok rentan secara ekonomi. Penilaian publik pun mengeras: program sosial berbiaya besar namun salah sasaran.

Hibah Rp60 Miliar untuk Kejati, Transparansi Dipertanyakan

Sorotan berikutnya tertuju pada rencana hibah Rp60 miliar untuk pembangunan gedung Kejaksaan Tinggi Lampung. Meski secara normatif hibah dimungkinkan, besaran anggaran dan minimnya penjelasan publik memicu reaksi luas.

LSM dan kelompok masyarakat sipil menuntut keterbukaan dokumen perencanaan dan dasar hukum hibah tersebut. Apalagi, pada 2024 lalu, Wali Kota dan sejumlah OPD sempat dipanggil Jamintel Kejaksaan Agung terkait pengelolaan anggaran. Hingga kini, publik belum memperoleh penjelasan komprehensif mengenai hasil pemeriksaan tersebut.

Hibah SMA Swasta Siger dan Konflik Kepentingan

Polemik paling keras muncul dari penganggaran dana hibah untuk SMA Swasta Siger. Sekolah yang disebut belum memiliki legalitas lengkap, belum terdaftar di Dapodik, serta belum memiliki aset tanah dan bangunan, justru menerima alokasi anggaran miliaran rupiah.

Isu ini kian sensitif karena sekolah tersebut dikaitkan dengan saudari kembar Wali Kota. DPRD melalui Komisi IV secara terbuka meminta agar anggaran tidak dicairkan sebelum seluruh persyaratan hukum dipenuhi. Permintaan itu kembali ditegaskan dalam pembahasan RAPBD 2026, di mana anggaran SMA Siger kembali dicoret.

Ketua Komisi IV DPRD, Asroni Paslah, sebelumnya mengingatkan agar tidak ada dana yang keluar tanpa persetujuan legislatif. Namun sumber internal Pemkot menyebut, dana hibah tersebut tetap mengalir. Kondisi ini memicu ketegangan antara eksekutif dan legislatif serta memperkeruh iklim politik lokal.

Pasar Pasir Gintung dan Aspirasi Pedagang

Di sektor ekonomi rakyat, keluhan pedagang Pasar Pasir Gintung turut mengemuka. DPD Persatuan Gerobak Kota (PGK) Bandar Lampung menilai Pemkot lamban merespons persoalan infrastruktur dan kenyamanan pasar.

Ketua DPD PGK, Berly Raistama, menegaskan pihaknya akan kembali menyurati Dinas Perdagangan. “Pedagang kecil butuh kepastian dan kehadiran pemerintah. Jangan dibiarkan berlarut,” katanya, Selasa (28/1/2026).

Jalan Rusak dan Sindiran Publik

Masalah infrastruktur juga menjadi bahan kritik. Sejumlah ruas jalan di Bandar Lampung dilaporkan rusak dan berlubang. Warganet ramai mengunggah kondisi jalan seperti Jalan Tirtayasa, Pulau Singkep, hingga Pasar Tamin, disertai sindiran agar Wali Kota lebih sering turun ke lapangan.

Sindiran tersebut menjadi ironi, mengingat pada masa kampanye sebelumnya Eva Dwiana pernah meminta lawan politiknya untuk “lebih sering jalan-jalan” melihat kondisi kota.

Periode Kedua dan Ujian Tata Kelola

Deretan kontroversi di awal periode kedua ini menempatkan kepemimpinan Eva Dwiana pada ujian serius. Apakah kegaduhan ini akan menjadi momentum evaluasi dan pembenahan, atau justru memperdalam krisis tata kelola anggaran, masih menjadi tanda tanya besar.

Publik kini menunggu langkah korektif yang konkret. Tanpa transparansi dan perbaikan sistemik, periode kedua ini berisiko dikenang bukan sebagai fase konsolidasi, melainkan sebagai babak paling gaduh dalam sejarah pemerintahan Kota Bandar Lampung.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Bandar LampungEva DwianaHibah Pemkotkebijakan publikKontroversi Anggaran
Previous Post

Legalitas Hak Atas Tanah Warga Pringsewu Kian Terjamin

Next Post

Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan

Melda

Melda

Related Posts

Krisis SMA Siger, SMK swasta nyatakan kesiapan tampung siswa terdampak
Bandar Lampung

Krisis SMA Siger, SMK swasta nyatakan kesiapan tampung siswa terdampak

by Melda
February 2, 2026
Laskar Lampung Nilai Pengamanan Aset Pemkot Bandar Lampung Tidak Adil
Bandar Lampung

Panji Padang Ratu: SMA Swasta Siger Contoh Buruk Tata Kelola Pendidikan

by Melda
January 30, 2026
Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan
Bandar Lampung

Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan

by Melda
January 30, 2026
Legalitas Hak Atas Tanah Warga Pringsewu Kian Terjamin
Bandar Lampung

Legalitas Hak Atas Tanah Warga Pringsewu Kian Terjamin

by Melda
January 29, 2026
Golkar Apresiasi DPR Pertahankan Polri di Bawah Presiden
Bandar Lampung

Golkar Apresiasi DPR Pertahankan Polri di Bawah Presiden

by Melda
January 28, 2026
Next Post
Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan

Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan

Recommended

Heboh! Gedung SMP Negeri Dipakai SMA Swasta di Bandar Lampung, Pakar Sebut Bisa Langgar Hukum dan Korupsi Kebijakan

Heboh! Gedung SMP Negeri Dipakai SMA Swasta di Bandar Lampung, Pakar Sebut Bisa Langgar Hukum dan Korupsi Kebijakan

September 26, 2025
Kepercayaan Dikhianati, Pemuda Pringsewu Curi Perhiasan Emas Teman

Kepercayaan Dikhianati, Pemuda Pringsewu Curi Perhiasan Emas Teman

December 21, 2025

Categories

  • Bandar Lampung
  • Beasiswa & Karir
  • Berita Pendidikan
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Literasi & Budaya
  • Metro
  • Multimedia
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Riset & Opini
  • Tanggamus
  • Teknologi Pendidikan
  • Tips Belajar & Ujian
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Don't miss it

Tangisan Pejabat, Kemarahan Publik: SMA Siger dalam Sidang Rakyat
Beasiswa & Karir

Tangisan Pejabat, Kemarahan Publik: SMA Siger dalam Sidang Rakyat

February 2, 2026
Krisis SMA Siger, SMK swasta nyatakan kesiapan tampung siswa terdampak
Bandar Lampung

Krisis SMA Siger, SMK swasta nyatakan kesiapan tampung siswa terdampak

February 2, 2026
Laskar Lampung Nilai Pengamanan Aset Pemkot Bandar Lampung Tidak Adil
Bandar Lampung

Panji Padang Ratu: SMA Swasta Siger Contoh Buruk Tata Kelola Pendidikan

January 30, 2026
Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan
Bandar Lampung

Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan

January 30, 2026
Bandar Lampung Memanas: Kebijakan Eva Dwiana Jilid II Picu Kegaduhan
Bandar Lampung

Bandar Lampung Memanas: Kebijakan Eva Dwiana Jilid II Picu Kegaduhan

January 29, 2026
Legalitas Hak Atas Tanah Warga Pringsewu Kian Terjamin
Bandar Lampung

Legalitas Hak Atas Tanah Warga Pringsewu Kian Terjamin

January 29, 2026
Majalahnarasi.id

© 2025 - Majalahnarasi.id

No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian

© 2025 - Majalahnarasi.id