• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan & Kerjasama
  • Kontributor
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak
Friday, June 19, 2026
Majalahnarasi.id
Advertisement
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
Majalahnarasi.id
No Result
View All Result
Home Pemerintahan Bandar Lampung

Lirisisme Waktu dan Kepekaan Alam dalam Puisi Senyum yang Mengalir di Antara Gugur Karya Muhammad Alfariezie

by Melda
October 30, 2025
in Bandar Lampung
Lirisisme Waktu dan Kepekaan Alam dalam Puisi Senyum yang Mengalir di Antara Gugur Karya Muhammad Alfariezie
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MAJALAH NARASI- Puisi “Senyum yang Mengalir di Antara Gugur” karya Muhammad Alfariezie merupakan karya yang memikat sekaligus menghadirkan pengalaman membaca yang kontemplatif. Dalam puisi ini, pembaca diajak memasuki ruang kesadaran waktu yang lembut namun tegas — kesadaran akan kefanaan, kehilangan, dan kenangan yang membekas.

Lewat penggunaan diksi yang sederhana namun penuh resonansi emosional, penyair membangun jalinan antara alam dan batin manusia. Alam yang digambarkan melalui kembang, sungai, dan ladang bukan sekadar latar, melainkan cermin dari perjalanan perasaan manusia — selalu berubah, mengalir, dan meninggalkan jejak. Puisi ini menegaskan bahwa alam dan perasaan manusia berada dalam satu ritme yang tak terpisahkan.

Senyum yang Mengalir
di Antara Gugur

Berita Lainnya

Suasana Berbeda Warnai Sidang PT LEB, Ketegangan Berganti Senyum Menjelang Vonis

Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas

MoU Himperra-BRI Jadi Langkah Nyata Dorong Pertumbuhan Sektor Properti di Lampung

Sebelum kembang gugur
melebur dengan sesuatu
yang subur, ingatlah
geraknya mengalirkan
senyum

Sebelum sungai mengering
menyisakan lumut dan batu,
rekamlah hijau teduh percik
dan gemerciknya

Sebelum jemu dan jauh
meninggalkanku, ingatlah
ladang bahagia kita telah
menyingkap warna rahasia

Kamu tentu tahu bagaimana
saya berusaha dan saya
paham semangatnya tumbuh
dari sana

2025

Tema utama puisi ini adalah refleksi menjelang perpisahan. Dengan repetisi kata “sebelum”, penyair menekankan kesadaran manusia akan waktu yang terus bergerak. Kata tersebut membentuk poros naratif dan emosional, mengingatkan pembaca untuk menghargai momen sebelum semuanya berlalu. Tema ini juga menghadirkan paradoks yang indah: meskipun segala sesuatu akan gugur atau mengering, ada nilai abadi dalam kesadaran, ingatan, dan perenungan manusia.

Struktur puisi ini menunjukkan kedisiplinan dalam repetisi paralelisme. Setiap bait dibuka dengan “Sebelum…”, menciptakan ritme yang meditativ, seolah mantra yang menuntun pembaca memasuki ruang hening antara harapan dan perpisahan. Kalimat pendek dan penggunaan tanda baca minimal memberi efek lirikal, lembut, namun sarat intensitas emosional.

Diksi yang dipilih Alfariezie memperkaya imaji dan simbolisme. Frasa seperti “melebur dengan sesuatu yang subur” dan “ladang bahagia kita telah menyingkap warna rahasia” menunjukkan keahlian metaforis penyair dalam menggabungkan kontradiksi estetis: gugur dan subur, mengering dan gemercik. Kontras ini memperkuat dimensi filosofis puisi, di mana cinta, waktu, dan kehilangan saling berinteraksi.

Imaji visual dan auditori berpadu dengan harmonis. Kembang yang gugur, hijau teduh percik, gemercik sungai, dan ladang bahagia menciptakan keseimbangan antara gerak dan diam, antara bunyi dan keheningan. Pusat simbolik puisi adalah “senyum yang mengalir” — lambang kebahagiaan yang tetap bergerak meskipun waktu dan kondisi berubah. Senyum ini menjadi metafora keberlanjutan perasaan positif dan keteguhan batin di tengah kefanaan.

Nilai emosional puisi ini kuat, menghadirkan melankolia yang tidak putus asa. Bait penutup menegaskan afirmasi dan pemahaman: di balik perpisahan dan kefanaan, masih ada pertumbuhan batin dan pengertian. “Kamu tentu tahu bagaimana / saya berusaha dan saya paham / semangatnya tumbuh dari sana” menegaskan pesan bahwa pengalaman kehilangan dapat menjadi ladang kebijaksanaan dan keteguhan, bukan sekadar kesedihan.

Secara keseluruhan, “Senyum yang Mengalir di Antara Gugur” adalah karya puitik yang matang dan reflektif. Muhammad Alfariezie berhasil memadukan unsur alam, kesadaran waktu, dan rasa kehilangan menjadi kesatuan estetis yang jernih dan menyentuh. Kesederhanaan diksi justru menjadi kekuatan puisi ini: sebuah meditasi lembut tentang kehidupan, kenangan, cinta, dan ketulusan untuk terus tersenyum meskipun segala hal perlahan gugur. Puisi ini tidak hanya mengajak pembaca untuk merenung, tetapi juga mengilhami mereka menghargai setiap momen, belajar dari perubahan, dan menemukan makna di balik kefanaan.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: LiterasiSastraMuhammadAlfarieziePuisiIndonesiaPuisiLirikalSenyumYangMengalir
Previous Post

Sudah Tak Relevan, RTRW Kabupaten Pringsewu Mendesak untuk Direvisi

Next Post

Sudin Disebut Tak Lagi Sanggup Pikul Kebersamaan PDI Perjuangan Lampung, Dua Nama Senior Muncul Jadi Penantang

Melda

Melda

Related Posts

Bandar Lampung

Suasana Berbeda Warnai Sidang PT LEB, Ketegangan Berganti Senyum Menjelang Vonis

by Melda
June 18, 2026
Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas
Bandar Lampung

Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas

by Melda
June 18, 2026
MoU Himperra-BRI Jadi Langkah Nyata Dorong Pertumbuhan Sektor Properti di Lampung
Bandar Lampung

MoU Himperra-BRI Jadi Langkah Nyata Dorong Pertumbuhan Sektor Properti di Lampung

by Melda
June 13, 2026
Jaksa KPK Cegat Alasan Budaya Ketimuran dalam Pemberian Rp500 Juta kepada Pejabat
Bandar Lampung

Jaksa KPK Cegat Alasan Budaya Ketimuran dalam Pemberian Rp500 Juta kepada Pejabat

by Melda
June 12, 2026
Bandar Lampung

Hermawan Eriadi Klaim Hanya Seorang Profesional yang Berjuang untuk Kemajuan Lampung

by Melda
June 12, 2026
Next Post
Sudin Disebut Tak Lagi Sanggup Pikul Kebersamaan PDI Perjuangan Lampung, Dua Nama Senior Muncul Jadi Penantang

Sudin Disebut Tak Lagi Sanggup Pikul Kebersamaan PDI Perjuangan Lampung, Dua Nama Senior Muncul Jadi Penantang

Recommended

Rahmawati Herdian Ajak Masyarakat Dukung Program MBG untuk Wujudkan Indonesia Emas

Rahmawati Herdian Ajak Masyarakat Dukung Program MBG untuk Wujudkan Indonesia Emas

March 10, 2026
Diduga Sekolah Tanpa Izin, SMA Siger Kini Disorot Dugaan Pidana Korporasi

Diduga Sekolah Tanpa Izin, SMA Siger Kini Disorot Dugaan Pidana Korporasi

May 19, 2026

Categories

  • Bandar Lampung
  • Beasiswa & Karir
  • Berita Pendidikan
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Literasi & Budaya
  • Metro
  • Multimedia
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Riset & Opini
  • Tanggamus
  • Teknologi Pendidikan
  • Tips Belajar & Ujian
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Don't miss it

Bandar Lampung

Suasana Berbeda Warnai Sidang PT LEB, Ketegangan Berganti Senyum Menjelang Vonis

June 18, 2026
Dikaitkan dengan Pungli BOS, Kabid Dikdas Lampung Selatan Minta Hak Jawab Dipublikasikan
Berita Pendidikan

Dikaitkan dengan Pungli BOS, Kabid Dikdas Lampung Selatan Minta Hak Jawab Dipublikasikan

June 18, 2026
Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas
Bandar Lampung

Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas

June 18, 2026
Surat Terbuka untuk Eva Dwiana Viral, Singgung Infrastruktur hingga Polemik Pendidikan
Berita Pendidikan

Surat Terbuka untuk Eva Dwiana Viral, Singgung Infrastruktur hingga Polemik Pendidikan

June 17, 2026
Abdullah Sani Laporkan Dugaan Pelanggaran Yayasan Siger Setelah Aduan ke Kajati Lampung
Berita Pendidikan

Abdullah Sani Laporkan Dugaan Pelanggaran Yayasan Siger Setelah Aduan ke Kajati Lampung

June 17, 2026
Berkedok Liburan, Iuran Paksaan MKKS Lampung Selatan Dingatkan Pengamat: ASN Bukan Plesiran Saat PPDB!
Berita Pendidikan

Berkedok Liburan, Iuran Paksaan MKKS Lampung Selatan Dingatkan Pengamat: ASN Bukan Plesiran Saat PPDB!

June 16, 2026
Majalahnarasi.id

© 2025 - Majalahnarasi.id

No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian

© 2025 - Majalahnarasi.id