MAJALAH NARASI- Komitmen membangun Lampung Tengah Terang tidak hanya diwujudkan melalui infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah memilih fondasi sosial dengan memperkuat literasi pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak hingga ke sekolah dan pelosok desa sebagai langkah pencegahan kekerasan sejak dini.
Plt Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri menilai pendekatan ini menjadi kunci menciptakan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Angka Rendah Bukan Alasan Lengah
Di tengah tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di sejumlah daerah di Provinsi Lampung, Lampung Tengah justru mencatat angka relatif rendah. Sepanjang periode pendataan terakhir, kasus perempuan dan anak di Lampung Tengah tercatat 27 kasus, jauh di bawah Kota Bandar Lampung yang menembus lebih dari 100 kasus serta Lampung Selatan yang berada di atas 50 kasus.
Namun demikian, Komang Koheri menegaskan bahwa statistik tersebut tidak boleh membuat pemerintah daerah berpuas diri.
“Lampung Tengah Terang tidak dibangun dengan rasa puas, tetapi dengan keberanian berpikir kritis dan bertindak lebih jauh,” ujarnya dalam arah kebijakan Pemkab Lampung Tengah.
Literasi Menyentuh Akar Persoalan
Program literasi pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dirancang tidak bersifat seremonial. Edukasi diarahkan untuk menyentuh kesadaran hukum, keberanian bersuara, serta pemahaman hak-hak dasar.
Program ini akan menjangkau sekolah dasar hingga menengah, komunitas ibu, serta dusun-dusun terpencil yang selama ini minim akses informasi. Perempuan didorong tampil sebagai subjek pembangunan, sementara anak-anak diarahkan tumbuh dalam lingkungan yang aman dan ramah bagi perkembangan mental serta karakter.
Sinergi Keluarga dan Dukungan Politik
Komitmen tersebut juga diperkuat oleh sinergi lintas peran. Istri Plt Bupati Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi, yang juga anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, dinilai memiliki posisi strategis dalam memperkuat kebijakan kesejahteraan sosial dan perlindungan kelompok rentan.
Sinergi antara eksekutif dan legislatif ini menjadi modal penting agar program literasi perempuan dan perlindungan anak berjalan berkelanjutan.
Makna Terang dalam Pembangunan Sosial
Bagi Pemkab Lampung Tengah, makna terang tidak hanya diartikan sebagai pembangunan fisik. Terang dimaknai sebagai kemajuan sosial dan peradaban, di mana perempuan memiliki ruang aman dan setara, anak-anak terlindungi dari kekerasan, serta masyarakat berani melawan ketidakadilan.
Menuju Lampung Tengah yang Lebih Manusiawi
I Komang Koheri optimistis, literasi perempuan dan perlindungan anak merupakan investasi jangka panjang. Ketika rumah, sekolah, dan dusun terpencil menjadi ruang aman, Lampung Tengah Terang tidak lagi sekadar slogan, melainkan realitas sosial.
Lampung Tengah Terang dimulai dari keluarga, pendidikan, dan kesadaran bersama.
Meta Description
Program Lampung Tengah Terang diperkuat melalui literasi perempuan dan perlindungan anak hingga pelosok desa guna mencegah kekerasan sejak dini.
Slug URL
lampung-tengah-terang-literasi-perempuan-perlindungan-anak
Tag SEO
Lampung Tengah Terang, literasi perempuan, perlindungan anak, I Komang Koheri, pembangunan sosial Lampung
FAQ
Apa itu Lampung Tengah Terang?
Lampung Tengah Terang adalah visi pembangunan yang menekankan kemajuan sosial, moral, dan perlindungan kelompok rentan selain pembangunan fisik.
Mengapa literasi perempuan dan perlindungan anak menjadi fokus?
Karena literasi dinilai mampu mencegah kekerasan dan ketimpangan sosial sejak lingkungan keluarga dan pendidikan.
Apakah angka kasus rendah berarti masalah telah selesai?
Tidak. Pemerintah daerah menilai pencegahan tetap harus diperkuat meskipun angka kasus relatif rendah.
Siapa saja yang terlibat dalam program ini?
Pemkab Lampung Tengah, sekolah, komunitas desa, serta dukungan legislatif dari DPRD Provinsi Lampung.
Jika ingin versi lebih singkat untuk media cetak, atau versi opini analisis, saya bisa sesuaikan.














