• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan & Kerjasama
  • Kontributor
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak
Monday, February 2, 2026
Majalahnarasi.id
Advertisement
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
Majalahnarasi.id
No Result
View All Result
Home Pemerintahan Bandar Lampung

Soeharto dan Gelar Pahlawan Nasional: Saatnya Bangsa Jujur, Berdamai, dan Menilai dengan Keadilan

by Melda
November 6, 2025
in Bandar Lampung
Soeharto dan Gelar Pahlawan Nasional: Saatnya Bangsa Jujur, Berdamai, dan Menilai dengan Keadilan
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MAJALAH NARASI– Perdebatan mengenai wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, kembali mengemuka di tengah masyarakat. Gema Puan, melalui pernyataan resmi Ketua Umumnya, menilai bahwa isu ini seharusnya tidak hanya dilihat dari sisi politik atau nostalgia masa lalu, tetapi sebagai momentum penting bagi bangsa untuk melakukan rekonsiliasi nasional dan penilaian sejarah yang objektif.

Menurut Gema Puan, bangsa yang besar bukanlah bangsa yang melupakan masa lalunya, melainkan bangsa yang berani menghadapi sejarah dengan jujur. Sosok Soeharto, yang memimpin Indonesia selama lebih dari tiga dekade, telah meninggalkan warisan yang kompleks—antara pencapaian luar biasa dalam pembangunan nasional dan kontroversi besar dalam bidang hak asasi manusia, kebebasan sipil, serta tata kelola pemerintahan.

Rekonsiliasi, kata Gema Puan, bukan berarti melupakan luka, tetapi berusaha memahami dan menyembuhkan luka itu bersama. Pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada tokoh dengan rekam jejak seperti Soeharto harus disertai dengan langkah-langkah nyata untuk memastikan bahwa keadilan tetap ditegakkan.

Berita Lainnya

Krisis SMA Siger, SMK swasta nyatakan kesiapan tampung siswa terdampak

Panji Padang Ratu: SMA Swasta Siger Contoh Buruk Tata Kelola Pendidikan

Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan

Dalam pernyataannya, Gema Puan menegaskan bahwa penghargaan sejarah tidak boleh diberikan secara sepihak tanpa memperhatikan konteks sosial dan moral yang mengiringinya. Proses menuju pemberian gelar semacam itu perlu melibatkan seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah, lembaga legislatif, akademisi sejarah, lembaga hak asasi manusia, keluarga korban, hingga masyarakat umum.

Pihaknya menilai bahwa sebelum mengambil keputusan final, negara perlu memastikan adanya mekanisme pemulihan dan transparansi. Hal ini mencakup pengakuan publik terhadap korban pelanggaran HAM di masa lalu, pembukaan arsip negara untuk penelitian independen, serta pelibatan keluarga korban dan komunitas akademik dalam diskusi publik.

Soeharto, selama masa kepemimpinannya, dikenal sebagai figur yang berhasil membawa stabilitas politik dan kemajuan ekonomi yang signifikan. Ia mengembangkan sistem pertanian modern, memperluas infrastruktur, serta membuka akses pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat luas. Namun di balik itu, masa Orde Baru juga menyimpan sisi gelap berupa pelanggaran hak-hak sipil, pembatasan kebebasan pers, dan tindakan represif terhadap lawan politik.

Gema Puan mengingatkan bahwa penilaian terhadap Soeharto harus dilakukan secara proporsional, tidak terjebak dalam glorifikasi, tetapi juga tidak didasari pada dendam sejarah. Sebuah penilaian yang objektif membutuhkan metodologi ilmiah yang kuat, dokumentasi arsip, serta penelitian sejarah yang mendalam agar keputusan negara tidak hanya menjadi simbol politik, tetapi juga refleksi moral bangsa.

Untuk menjaga integritas dan keseimbangan dalam proses ini, Gema Puan mengajukan sejumlah rekomendasi prosedural yang dinilai dapat menjembatani kepentingan keadilan dan persatuan nasional. Pertama, pembentukan Komisi Independen yang terdiri dari sejarawan, akademisi, praktisi HAM, tokoh masyarakat, dan perwakilan keluarga korban untuk menelaah secara menyeluruh catatan sejarah Soeharto. Kedua, pembukaan arsip negara secara transparan agar masyarakat dan peneliti dapat mengakses informasi yang kredibel. Ketiga, penerapan mekanisme pemulihan hak bagi korban dan keluarganya melalui reparasi dan pengakuan publik. Keempat, pelaksanaan forum dialog publik nasional untuk mendengarkan berbagai perspektif dan memastikan keputusan akhir tidak menimbulkan perpecahan sosial.

Gema Puan menilai bahwa langkah-langkah tersebut merupakan jalan tengah yang bertanggung jawab dalam menilai sosok yang memiliki pengaruh besar seperti Soeharto. Keputusan apapun yang nantinya diambil—baik memberi gelar, menolak, atau menempatkan penghargaan dalam konteks yang lebih terbatas—harus dihasilkan melalui proses yang terbuka, kredibel, dan berpihak pada kebenaran sejarah.

Wacana ini bukan hanya soal nama dan gelar, tetapi juga tentang arah moral bangsa. Gema Puan menegaskan bahwa jika negara ingin menghormati Soeharto sebagai bagian penting dari perjalanan sejarah Indonesia, maka penghormatan itu harus disertai dengan komitmen untuk menegakkan keadilan bagi semua pihak.

Bangsa Indonesia harus mampu melihat sejarahnya dengan jernih, tanpa rasa takut ataupun kepentingan politik jangka pendek. Hanya dengan cara itu, perdebatan seputar gelar Pahlawan Nasional bagi Soeharto dapat menjadi langkah menuju kedewasaan berbangsa—sebuah proses untuk berdamai dengan masa lalu, memperbaiki kesalahan, dan memperkuat persatuan nasional di masa depan.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Dialog PublikGelar Pahlawan NasionalGema PuanHAMKeadilan SosialOrde BaruRekonsiliasi NasionalSejarah IndonesiaSoeharto
Previous Post

Polri Siap Maksimalkan Arus Mudik dan Libur Nataru 2025, Survei Kesiapan Bakauheni Jadi Fokus

Next Post

Polres Tanggamus Siaga Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi, Latihan Gabungan di Pantai Muara Indah

Melda

Melda

Related Posts

Krisis SMA Siger, SMK swasta nyatakan kesiapan tampung siswa terdampak
Bandar Lampung

Krisis SMA Siger, SMK swasta nyatakan kesiapan tampung siswa terdampak

by Melda
February 2, 2026
Laskar Lampung Nilai Pengamanan Aset Pemkot Bandar Lampung Tidak Adil
Bandar Lampung

Panji Padang Ratu: SMA Swasta Siger Contoh Buruk Tata Kelola Pendidikan

by Melda
January 30, 2026
Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan
Bandar Lampung

Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan

by Melda
January 30, 2026
Bandar Lampung Memanas: Kebijakan Eva Dwiana Jilid II Picu Kegaduhan
Bandar Lampung

Bandar Lampung Memanas: Kebijakan Eva Dwiana Jilid II Picu Kegaduhan

by Melda
January 29, 2026
Legalitas Hak Atas Tanah Warga Pringsewu Kian Terjamin
Bandar Lampung

Legalitas Hak Atas Tanah Warga Pringsewu Kian Terjamin

by Melda
January 29, 2026
Next Post
Polres Tanggamus Siaga Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi, Latihan Gabungan di Pantai Muara Indah

Polres Tanggamus Siaga Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi, Latihan Gabungan di Pantai Muara Indah

Recommended

Heboh! Kejari Tanggamus Gelar Seminar HAKORDIA 2025, Bupati Tekankan Integritas Sebagai Kunci Pembangunan

Heboh! Kejari Tanggamus Gelar Seminar HAKORDIA 2025, Bupati Tekankan Integritas Sebagai Kunci Pembangunan

December 9, 2025
Penulis Muda Bandar Lampung Luncurkan Manuskrip Horor “Dusun Keramat Desa Sumber Muncul”, Cari Donatur Penerbitan

Penulis Muda Bandar Lampung Luncurkan Manuskrip Horor “Dusun Keramat Desa Sumber Muncul”, Cari Donatur Penerbitan

October 16, 2025

Categories

  • Bandar Lampung
  • Beasiswa & Karir
  • Berita Pendidikan
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Literasi & Budaya
  • Metro
  • Multimedia
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Riset & Opini
  • Tanggamus
  • Teknologi Pendidikan
  • Tips Belajar & Ujian
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Don't miss it

Tangisan Pejabat, Kemarahan Publik: SMA Siger dalam Sidang Rakyat
Beasiswa & Karir

Tangisan Pejabat, Kemarahan Publik: SMA Siger dalam Sidang Rakyat

February 2, 2026
Krisis SMA Siger, SMK swasta nyatakan kesiapan tampung siswa terdampak
Bandar Lampung

Krisis SMA Siger, SMK swasta nyatakan kesiapan tampung siswa terdampak

February 2, 2026
Laskar Lampung Nilai Pengamanan Aset Pemkot Bandar Lampung Tidak Adil
Bandar Lampung

Panji Padang Ratu: SMA Swasta Siger Contoh Buruk Tata Kelola Pendidikan

January 30, 2026
Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan
Bandar Lampung

Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan

January 30, 2026
Bandar Lampung Memanas: Kebijakan Eva Dwiana Jilid II Picu Kegaduhan
Bandar Lampung

Bandar Lampung Memanas: Kebijakan Eva Dwiana Jilid II Picu Kegaduhan

January 29, 2026
Legalitas Hak Atas Tanah Warga Pringsewu Kian Terjamin
Bandar Lampung

Legalitas Hak Atas Tanah Warga Pringsewu Kian Terjamin

January 29, 2026
Majalahnarasi.id

© 2025 - Majalahnarasi.id

No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian

© 2025 - Majalahnarasi.id