• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan & Kerjasama
  • Kontributor
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak
Monday, February 2, 2026
Majalahnarasi.id
Advertisement
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
Majalahnarasi.id
No Result
View All Result
Home Pemerintahan Bandar Lampung

Dengan Puisi Hikayat Sinar yang Disangkal, Muhammad Alfariezie Hadirkan Liris Kontemplatif yang Mendalam

by Melda
November 24, 2025
in Bandar Lampung
Dengan Puisi Hikayat Sinar yang Disangkal, Muhammad Alfariezie Hadirkan Liris Kontemplatif yang Mendalam
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MAJALAH NARASI – Puisi Hikayat Sinar yang Disangkal karya Muhammad Alfariezie menghadirkan lanskap batin yang mendalam dan penuh refleksi. Karya ini menyingkap hubungan manusia dengan alam semesta melalui simbol bulan dan bintang, serta menyorot kesunyian eksistensial yang sering tersembunyi dalam rutinitas kehidupan sehari-hari. Lirisisme dalam puisi ini bergerak perlahan namun tajam, menyentuh dimensi emosional yang halus sekaligus reflektif.

Hikayat Sinar yang Disangkal

Bulan datang dengan kesendirian
yang begitu-begitu saja meski
bintang sedang bahagia dalam
rahasianya. Mungkin karena
bulan enggak pandai memanfaatkan
ruang walau matahari telah banyak
memberi sejak pagi hingga senja.
Sepertinya, langit musykil memilih
bulan sebagai penghias termulia.
Bulan, pantas menjadi lahan
tambang China

Berita Lainnya

Krisis SMA Siger, SMK swasta nyatakan kesiapan tampung siswa terdampak

Panji Padang Ratu: SMA Swasta Siger Contoh Buruk Tata Kelola Pendidikan

Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan

Baris pertama, “Bulan datang dengan kesendirian,” mengajak pembaca masuk ke ruang batin yang sunyi namun akrab. Kesendirian bulan menjadi cermin bagi kesendirian manusia, yang sering merasa terperangkap dalam siklus yang monoton. Bintang, yang digambarkan “sedang bahagia dalam rahasianya,” menjadi simbol bahwa dunia sering tampak indah bagi orang lain, sementara diri sendiri terkadang merasa terisolasi dan tidak memiliki tempat.

Alfariezie kemudian menggeser lirisisme ke wilayah kontemplatif, saat bulan “enggak pandai memanfaatkan ruang” meski matahari “telah banyak memberi.” Sinar matahari di sini menjadi simbol kesempatan, kebaikan, dan pemberian yang seharusnya bisa dimanfaatkan, namun bulan tetap merasa kurang. Hal ini menyiratkan ketidakmampuan, rasa bersalah, dan perasaan inferioritas yang sering muncul dalam kehidupan manusia.

Ungkapan “langit musykil memilih bulan sebagai penghias termulia” menambahkan dimensi ironi lembut dalam puisi ini. Harapan untuk diterima dan diakui seakan tertutup oleh realitas yang tidak berpihak, menegaskan ketegangan antara ekspektasi dan kenyataan dalam kehidupan. Lirisisme puisi ini bukan sekadar keindahan bahasa, tetapi medium untuk menyampaikan ketidakadilan eksistensial dan kegelisahan manusia.

Puncak ironi muncul di baris terakhir: “Bulan, pantas menjadi lahan tambang China.” Pergeseran mendadak dari keindahan lirikal ke realitas kapitalisme global dan eksploitasi sumber daya memberi kejutan bagi pembaca. Bahkan hal yang paling murni dan abstrak sekalipun, seperti bulan, tidak luput dari logika dunia yang materialistis. Pesan ini menegaskan kontras antara keindahan alam dan kekuatan destruktif manusia, sekaligus menambahkan lapisan kompleks pada puisi ini.

Puisi ini, pada akhirnya, bukan hanya tentang bulan atau bintang, tetapi tentang kondisi manusia modern: kesepian yang tersembunyi, ketidakmampuan menerima kebaikan, dan realitas dunia yang kadang keras dan tidak adil. Lirisisme menjadi jantung karya, menyatukan keindahan bahasa dengan refleksi mendalam tentang ketidakadilan, ironi zaman, dan eksistensi manusia.

Hikayat Sinar yang Disangkal menjadi panggilan bagi pembaca untuk merenungi hidupnya sendiri, menelusuri kesendirian dan ketidakberdayaan, serta memahami bahwa dunia, dengan segala keindahan dan sinarnya, juga memiliki logika yang keras dan tidak selalu ramah. Puisi ini menekankan perlunya kesadaran diri, refleksi mendalam, dan kemampuan untuk melihat di balik lapisan keindahan, agar memahami kompleksitas hidup dan eksistensi manusia.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Hikayat Sinar yang Disangkalkritik sosial dalam puisilirisisme modernMuhammad AlfarieziePuisi Indonesiapuisi kontemplatifpuisi reflektifSastra Lampung
Previous Post

Puncak Milad Muhammadiyah Ke-113 Di Ambarawa Berlangsung Megah, Ribuan Warga Tumpah Ruah Rayakan Dakwah Berkemajuan

Next Post

Hari Sabtu SD 3 Rejomulyo Jati Agung Libur, Pagar Rubuh dan Sekolah KosongHari Sabtu SD 3 Rejomulyo Jati Agung Libur, Pagar Rubuh dan Sekolah Kosong

Melda

Melda

Related Posts

Krisis SMA Siger, SMK swasta nyatakan kesiapan tampung siswa terdampak
Bandar Lampung

Krisis SMA Siger, SMK swasta nyatakan kesiapan tampung siswa terdampak

by Melda
February 2, 2026
Laskar Lampung Nilai Pengamanan Aset Pemkot Bandar Lampung Tidak Adil
Bandar Lampung

Panji Padang Ratu: SMA Swasta Siger Contoh Buruk Tata Kelola Pendidikan

by Melda
January 30, 2026
Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan
Bandar Lampung

Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan

by Melda
January 30, 2026
Bandar Lampung Memanas: Kebijakan Eva Dwiana Jilid II Picu Kegaduhan
Bandar Lampung

Bandar Lampung Memanas: Kebijakan Eva Dwiana Jilid II Picu Kegaduhan

by Melda
January 29, 2026
Legalitas Hak Atas Tanah Warga Pringsewu Kian Terjamin
Bandar Lampung

Legalitas Hak Atas Tanah Warga Pringsewu Kian Terjamin

by Melda
January 29, 2026
Next Post
Hari Sabtu SD 3 Rejomulyo Jati Agung Libur, Pagar Rubuh dan Sekolah KosongHari Sabtu SD 3 Rejomulyo Jati Agung Libur, Pagar Rubuh dan Sekolah Kosong

Hari Sabtu SD 3 Rejomulyo Jati Agung Libur, Pagar Rubuh dan Sekolah KosongHari Sabtu SD 3 Rejomulyo Jati Agung Libur, Pagar Rubuh dan Sekolah Kosong

Recommended

Lampung Siap Cetak Ribuan Tenaga Kerja Muda untuk Konstruksi Jepang, JAC Turun Langsung Pantau Kelas Vokasi Migran

Purnama Wulan Sari Resmikan Dapur Makan Bergizi Gratis di SPPG Hajimena, Siapkan Ribuan Warga Lampung Nikmati Menu Sehat

December 5, 2025
BPN Pringsewu Resmi Lantik Ketua Tim Ajudikasi PTSL 2025, Targetkan 1.000 Sertipikat Tanah Rampung Sebelum Akhir Tahun!

BPN Pringsewu Lantik Ketua Tim Ajudikasi Baru: Gebrakan Percepatan Sertipikasi Tanah 2025, Target Rampung Sebelum Akhir Tahun!

October 22, 2025

Categories

  • Bandar Lampung
  • Beasiswa & Karir
  • Berita Pendidikan
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Literasi & Budaya
  • Metro
  • Multimedia
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Riset & Opini
  • Tanggamus
  • Teknologi Pendidikan
  • Tips Belajar & Ujian
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Don't miss it

Tangisan Pejabat, Kemarahan Publik: SMA Siger dalam Sidang Rakyat
Beasiswa & Karir

Tangisan Pejabat, Kemarahan Publik: SMA Siger dalam Sidang Rakyat

February 2, 2026
Krisis SMA Siger, SMK swasta nyatakan kesiapan tampung siswa terdampak
Bandar Lampung

Krisis SMA Siger, SMK swasta nyatakan kesiapan tampung siswa terdampak

February 2, 2026
Laskar Lampung Nilai Pengamanan Aset Pemkot Bandar Lampung Tidak Adil
Bandar Lampung

Panji Padang Ratu: SMA Swasta Siger Contoh Buruk Tata Kelola Pendidikan

January 30, 2026
Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan
Bandar Lampung

Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan

January 30, 2026
Bandar Lampung Memanas: Kebijakan Eva Dwiana Jilid II Picu Kegaduhan
Bandar Lampung

Bandar Lampung Memanas: Kebijakan Eva Dwiana Jilid II Picu Kegaduhan

January 29, 2026
Legalitas Hak Atas Tanah Warga Pringsewu Kian Terjamin
Bandar Lampung

Legalitas Hak Atas Tanah Warga Pringsewu Kian Terjamin

January 29, 2026
Majalahnarasi.id

© 2025 - Majalahnarasi.id

No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian

© 2025 - Majalahnarasi.id