• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan & Kerjasama
  • Kontributor
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak
Monday, February 2, 2026
Majalahnarasi.id
Advertisement
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
Majalahnarasi.id
No Result
View All Result
Home Pemerintahan Bandar Lampung

118 Puisi Peduli Bencana Sumatera Terpilih, Buku Tanda Cinta Akan Terbit

by Melda
December 18, 2025
in Bandar Lampung
118 Puisi Peduli Bencana Sumatera Terpilih, Buku Tanda Cinta Akan Terbit
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MAJALAH NARASI— Panitia Puisi Peduli Bencana Sumatera 2025 mengumumkan sebanyak 118 puisi yang lolos kurasi dan akan dimuat dalam buku Tanda Cinta bagi Korban Bencana Sumatera, Selasa (16/12/2025). Buku ini merupakan hasil keprihatinan mendalam atas banjir dan longsor yang melanda berbagai wilayah Sumatera pada akhir tahun 2025, yang merenggut ratusan nyawa dan memaksa hampir satu juta orang mengungsi.

Buku ini tidak hanya ingin menjadi antologi bertema bencana, tetapi juga sebagai catatan moral dan etis. Mustafa Ismail, jurnalis dan penyair dari Aceh yang menjadi salah satu inisiator kegiatan, menekankan bahwa puisi-puisi dalam buku ini merupakan bentuk kesaksian kolektif, bukan sekadar ungkapan empati. “Puisi-puisi di dalamnya bukan sekadar ungkapan empati, melainkan bentuk kesaksian kolektif atas bencana banjir dan longsor yang melanda berbagai wilayah Sumatera pada akhir 2025,” ujarnya.

Keragaman penyair yang terlibat sangat luas, mencakup Indonesia, Malaysia, Singapura, hingga Turki. Hal ini menunjukkan bahwa duka Sumatera tidak berdiri sendiri, melainkan beresonansi secara global. Mustafa menambahkan bahwa buku ini menjadi ruang lintas batas yang mempertemukan duka lokal dengan keprihatinan global, menegaskan dimensi universal dari tragedi yang dialami masyarakat Sumatera.

Berita Lainnya

Krisis SMA Siger, SMK swasta nyatakan kesiapan tampung siswa terdampak

Panji Padang Ratu: SMA Swasta Siger Contoh Buruk Tata Kelola Pendidikan

Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan

Secara tematik, puisi-puisi dalam buku ini menolak pandangan bahwa bencana adalah peristiwa alam yang netral. Dedy Tri Riyadi, salah satu kurator, menjelaskan bahwa bencana dipandang sebagai simpul pertemuan antara hujan ekstrem, kerusakan lingkungan, kelalaian manusia, dan ketimpangan kuasa. Pendekatan ini langsung terasa pada puisi pembuka “Arus Deras Itu” karya Ahmadun Yosi Herfanda, yang menggambarkan banjir bandang bukan sekadar kekuatan alam, tetapi sebagai “tentara Tuhan” yang menegur keserakahan manusia.

Selain itu, puisi “Variabel Liar Persamaan” karya Rintis Mulya menggunakan metafora matematis untuk menegaskan bahwa bencana merupakan akibat dari sistem ekologis yang rusak secara kolektif. Nada kritis terhadap kebiasaan menunda kesadaran muncul pula pada puisi Ahmad Md Tahir dari Singapura yang menulis “seperti biasa, esok saja kita berbincang lagi”, sementara korban terus berjatuhan. Puisi-puisi lain, seperti “Rengkah Bumi” karya Fakhrunnas MA Jabbar, menyoroti dampak industri, penebangan hutan, dan aktivitas manusia yang memperparah bencana.

Buku ini juga menampilkan dimensi kehilangan personal dan spiritual. Puisi-puisi seperti “November Rain” karya Nanang R. Supriyatin dan “Doa untuk Kampung Halaman” oleh Riri Satria menampilkan luka mendalam: anak kehilangan ibu, ibu kehilangan keluarga, kampung kehilangan suara surau. Sementara puisi “Sobekan Perca Tanah Gayo” karya Fikar W. Eda menggambarkan longsor dan banjir sebagai peristiwa yang merobek sejarah dan identitas kolektif masyarakat. Personifikasi alam muncul pada puisi Isbedy Stiawan ZS, “Jangan Tahan Tubuhku”, yang menekankan bahwa air dan tanah menjadi korban kerusakan yang dilakukan manusia sendiri.

Gugatan politik dan moral juga kuat muncul dalam puisi Kurnia Effendi dan Triyanto Triwikromo, yang menyoroti kebijakan pemerintah dan data ekologis yang diabaikan, memperlihatkan bencana sebagai bukti kejahatan struktural. Namun buku ini tidak hanya berisi kritik. Dimensi spiritual dan empati hadir melalui doa dan pengakuan kehilangan, menghubungkan yang selamat dengan yang hilang.

Menurut Iwan Kurniawan, jurnalis Tempo dan penggagas kegiatan ini, puisi-puisi ini menjadi tanda cinta bukan dalam arti romantik, melainkan keberanian untuk menyebut luka, menunjuk sebab, dan menolak lupa. Buku ini dijadwalkan terbit Desember 2025 oleh Ruang Merdeka Inspira dan akan diluncurkan pada 19 Desember 2025 di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin melalui acara “Panggung Puisi Bencana Sumatera”, yang akan menampilkan pembacaan puisi, testimoni, dan donasi untuk korban. Dengan hadirnya buku ini, puisi kembali menegaskan kemampuannya untuk mengembalikan wajah, suara, dan identitas manusia di tengah statistik bencana yang seringkali abstrak.***

Source: Isbedy Stiawan
Tags: Banjir dan LongsorBuku PuisiPenyair InternasionalPuisi Peduli BencanaSastra IndonesiaSumatera 2025Tanda Cinta
Previous Post

Agus Sutanto Aklamasi Pimpin Golkar Lampung Selatan 2025–2030

Next Post

Unila Seleksi Seniman Mahasiswa Menuju Peksimida 2026

Melda

Melda

Related Posts

Krisis SMA Siger, SMK swasta nyatakan kesiapan tampung siswa terdampak
Bandar Lampung

Krisis SMA Siger, SMK swasta nyatakan kesiapan tampung siswa terdampak

by Melda
February 2, 2026
Laskar Lampung Nilai Pengamanan Aset Pemkot Bandar Lampung Tidak Adil
Bandar Lampung

Panji Padang Ratu: SMA Swasta Siger Contoh Buruk Tata Kelola Pendidikan

by Melda
January 30, 2026
Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan
Bandar Lampung

Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan

by Melda
January 30, 2026
Bandar Lampung Memanas: Kebijakan Eva Dwiana Jilid II Picu Kegaduhan
Bandar Lampung

Bandar Lampung Memanas: Kebijakan Eva Dwiana Jilid II Picu Kegaduhan

by Melda
January 29, 2026
Legalitas Hak Atas Tanah Warga Pringsewu Kian Terjamin
Bandar Lampung

Legalitas Hak Atas Tanah Warga Pringsewu Kian Terjamin

by Melda
January 29, 2026
Next Post
Unila Seleksi Seniman Mahasiswa Menuju Peksimida 2026

Unila Seleksi Seniman Mahasiswa Menuju Peksimida 2026

Recommended

SMA Siger: Antara Pengentasan APS dan Dugaan Konflik Kepentingan

SMA Siger: Antara Pengentasan APS dan Dugaan Konflik Kepentingan

January 28, 2026
Pemkab Pringsewu Perkuat Program Makan Bergizi Gratis, Bupati Turun Langsung Pantau SPPG

Pemkab Pringsewu Perkuat Program Makan Bergizi Gratis, Bupati Turun Langsung Pantau SPPG

October 9, 2025

Categories

  • Bandar Lampung
  • Beasiswa & Karir
  • Berita Pendidikan
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Literasi & Budaya
  • Metro
  • Multimedia
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Riset & Opini
  • Tanggamus
  • Teknologi Pendidikan
  • Tips Belajar & Ujian
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Don't miss it

Tangisan Pejabat, Kemarahan Publik: SMA Siger dalam Sidang Rakyat
Beasiswa & Karir

Tangisan Pejabat, Kemarahan Publik: SMA Siger dalam Sidang Rakyat

February 2, 2026
Krisis SMA Siger, SMK swasta nyatakan kesiapan tampung siswa terdampak
Bandar Lampung

Krisis SMA Siger, SMK swasta nyatakan kesiapan tampung siswa terdampak

February 2, 2026
Laskar Lampung Nilai Pengamanan Aset Pemkot Bandar Lampung Tidak Adil
Bandar Lampung

Panji Padang Ratu: SMA Swasta Siger Contoh Buruk Tata Kelola Pendidikan

January 30, 2026
Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan
Bandar Lampung

Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan

January 30, 2026
Bandar Lampung Memanas: Kebijakan Eva Dwiana Jilid II Picu Kegaduhan
Bandar Lampung

Bandar Lampung Memanas: Kebijakan Eva Dwiana Jilid II Picu Kegaduhan

January 29, 2026
Legalitas Hak Atas Tanah Warga Pringsewu Kian Terjamin
Bandar Lampung

Legalitas Hak Atas Tanah Warga Pringsewu Kian Terjamin

January 29, 2026
Majalahnarasi.id

© 2025 - Majalahnarasi.id

No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian

© 2025 - Majalahnarasi.id