MAJALAH NARASI – Di tengah tantangan pendidikan modern yang tidak hanya menuntut kecerdasan akademik, SDN 1 Jatimulyo, Kecamatan Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan, memilih memperkuat pondasi karakter peserta didiknya melalui kegiatan keagamaan dan sosial yang dilakukan secara rutin setiap pekan.
Setiap Selasa pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, suasana sekolah tampak berbeda. Seluruh siswa dan guru berkumpul untuk melaksanakan sholat duha berjamaah, dilanjutkan dengan kegiatan sedekah sukarela yang menjadi bagian dari program pembentukan karakter di lingkungan sekolah.
Program ini telah menjadi budaya positif yang terus dipertahankan oleh sekolah sebagai upaya membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan nilai-nilai spiritual yang kuat.
Kepala SDN 1 Jatimulyo, Dewi Krisnanti, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk membentuk karakter peserta didik melalui pembiasaan perilaku baik yang dilakukan secara konsisten.
Menurutnya, pendidikan karakter harus dimulai sejak usia dini agar nilai-nilai moral dapat tertanam kuat dalam kehidupan sehari-hari siswa.
“Kegiatan ini telah berlangsung lama. Tujuan utamanya adalah membangun moral dan mental siswa-siswi yang ada di sini agar lebih peka terhadap sesama yang kurang mampu,” ujar Dewi.
Sedekah untuk Siswa Kurang Mampu dan Anak Yatim
Salah satu hal yang membuat program ini istimewa adalah manfaat langsung yang dirasakan oleh warga sekolah. Dana sedekah yang dikumpulkan setiap pekan dari siswa dan guru tidak hanya menjadi simbol kepedulian, tetapi benar-benar disalurkan kepada siswa yang membutuhkan.
Uang yang terkumpul digunakan untuk membantu peserta didik dari keluarga kurang mampu serta anak-anak yatim piatu yang bersekolah di SDN 1 Jatimulyo.
Melalui cara ini, siswa tidak hanya diajarkan tentang pentingnya berbagi, tetapi juga diajak memahami bahwa sekecil apa pun bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
Program tersebut secara tidak langsung mengajarkan nilai gotong royong, solidaritas, dan empati yang menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter anak.

Membangun Generasi Berakhlak Mulia
Dewi Krisnanti berharap kegiatan sholat duha dan sedekah rutin tidak sekadar menjadi agenda formal sekolah, melainkan mampu membentuk kebiasaan baik yang terus dibawa siswa hingga dewasa.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari kemampuan siswa dalam menerapkan nilai-nilai moral dan sosial dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan kami, anak-anak tidak hanya tumbuh menjadi siswa yang berprestasi, tetapi juga menjadi pribadi yang memiliki akhlak mulia, empati tinggi, dan kepedulian terhadap sesama,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pembiasaan karakter positif sejak dini akan menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa depan.
Pendidikan Karakter Jadi Prioritas
Melalui program religius dan sosial yang terus dijalankan, SDN 1 Jatimulyo menunjukkan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membentuk generasi masa depan yang berintegritas.
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang begitu cepat, sekolah berupaya memastikan peserta didik tetap memiliki nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan keimanan yang kuat sebagai fondasi kehidupan mereka.
Dengan konsistensi program tersebut, SDN 1 Jatimulyo berharap dapat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga tumbuh menjadi individu yang peduli, bertanggung jawab, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.***














