• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan & Kerjasama
  • Kontributor
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak
Friday, June 19, 2026
Majalahnarasi.id
Advertisement
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
Majalahnarasi.id
No Result
View All Result
Home Pemerintahan Bandar Lampung

Tumbuh di Celah Kekuasaan, Politik Sunyi dalam Puisi Muhammad Alfariezie

by Melda
December 23, 2025
in Bandar Lampung
Muhammad Alfariezie Soroti Kepasifan Publik Lewat Puisi Kontemporer
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MAJALAH NARASI- Puisi Tumbuh Menyelinap di antara Bening dan Keruh karya Muhammad Alfariezie menghadirkan refleksi mendalam tentang kehidupan warga yang berada di pinggiran kekuasaan. Mereka tidak berada di pusat sorotan, namun juga tidak sepenuhnya tenggelam, hidup mereka selalu bersinggungan dengan sistem yang keras dan praktik yang sering kali tidak adil. Alfariezie menggunakan bahasa simbolik untuk menyampaikan kritik sosial yang halus, namun tajam, memperlihatkan realitas rakyat biasa yang harus menavigasi struktur kekuasaan yang kompleks.

Dalam puisinya, simbol batu dan lumpur menjadi representasi kondisi politik dan sosial. Batu melambangkan struktur yang kokoh dan mapan, seperti hukum, institusi, dan sistem negara yang sulit digoyahkan. Lumpur mewakili praktik yang licin, manipulatif, dan menjerat mereka yang lemah. Subjek puisi berdiri di antara keduanya dengan penuh kewaspadaan. Ia bukan penentu arah, tetapi harus mampu membaca tanda-tanda agar bisa bertahan dari tekanan sistem yang tidak ramah.

Frasa di antara bening dan keruh menunjukkan demokrasi yang tidak lagi hitam-putih. Transparansi diumumkan, tetapi keputusan tetap samar. Kebenaran dipamerkan, namun dampaknya tidak sampai ke akar rumput. Puisi ini tidak menuduh atau memihak, melainkan menyaksikan. Alfariezie menekankan bahwa dalam politik kontemporer, bahaya terbesar bukan kebohongan yang terang-terangan, tetapi kebiasaan menerima ketidakjelasan dan praktik abu-abu yang merugikan.

Berita Lainnya

Suasana Berbeda Warnai Sidang PT LEB, Ketegangan Berganti Senyum Menjelang Vonis

Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas

MoU Himperra-BRI Jadi Langkah Nyata Dorong Pertumbuhan Sektor Properti di Lampung

Rumput yang tidak pernah berbunga atau berbuah menjadi metafora rakyat yang bekerja keras namun tidak pernah diakui. Mereka tetap eksis untuk menahan beban, menampung hujan yang melambangkan kebijakan, krisis, dan keputusan yang datang dari atas. Rumput ini menjadi simbol ketahanan rakyat yang harus menanggung dampak keputusan tanpa pernah mendapat penghargaan atau pengakuan. Mereka bertahan, meski tidak pernah menjadi pusat perhatian.

Kata menyelinap dalam puisi menunjukkan strategi bertahan yang diterapkan oleh rakyat. Diam bukan berarti setuju, tetapi merupakan cara untuk selamat dalam sistem yang keras dan tidak ramah. Alfariezie menggambarkan kecerdikan rakyat yang belajar bertahan, bukan melawan secara terbuka, karena tekanan yang mereka alami terus berlangsung. Puisi ini menegaskan bahwa bertahan hidup dalam situasi sulit juga merupakan bentuk perlawanan tersendiri.

Tahun 2025 sebagai penutup puisi bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi penanda zaman. Saat itu, demokrasi berjalan, tetapi keadilan sering tertinggal, dan negara hadir namun tidak selalu melindungi warganya. Puisi ini menjadi kesaksian kontemporer yang mengingatkan bahwa kritik tidak harus gaduh untuk efektif; ia bisa bekerja melalui pengamatan yang sunyi dan bahasa simbolik yang kuat.

Kekuatan puisi Alfariezie terletak pada ketidakmengguruiannya. Ia tidak menyebut nama, tidak menunjuk wajah, dan tidak mengibarkan slogan. Ia hanya memperlihatkan bagaimana kehidupan berlangsung di sela sistem yang keras dan licin. Tumbuh Menyelinap di antara Bening dan Keruh mengajarkan bahwa bertahan pun merupakan bentuk pernyataan politik, bahwa keberanian bisa sunyi, dan bahwa sebagian perlawanan terbaik adalah tetap tumbuh meski tanpa janji bunga atau buah.

Puisi ini menjadi pengingat bagi pembaca, terutama generasi muda, bahwa politik tidak selalu soal kemenangan besar atau pamer kekuatan. Kadang, bertahan dan menjaga eksistensi dalam sistem yang keras adalah bentuk perlawanan yang paling nyata dan relevan. Muhammad Alfariezie menghadirkan puisi sebagai medium refleksi kritis yang membuka ruang bagi pembaca untuk memahami dinamika kekuasaan dari perspektif mereka yang berada di pinggiran sorotan, mengajak kita merenungkan arti hidup, bertahan, dan beradaptasi dalam politik yang sunyi.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Demokrasi Kontemporerkritik sosialMuhammad AlfarieziePuisi PolitikSeni Sastra IndonesiTumbuh Menyelinap
Previous Post

Umi Laila Resmi Lantik Pengurus Kwarran Pramuka Pardasuka

Next Post

Zulkifli Anwar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Bulog

Melda

Melda

Related Posts

Bandar Lampung

Suasana Berbeda Warnai Sidang PT LEB, Ketegangan Berganti Senyum Menjelang Vonis

by Melda
June 18, 2026
Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas
Bandar Lampung

Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas

by Melda
June 18, 2026
MoU Himperra-BRI Jadi Langkah Nyata Dorong Pertumbuhan Sektor Properti di Lampung
Bandar Lampung

MoU Himperra-BRI Jadi Langkah Nyata Dorong Pertumbuhan Sektor Properti di Lampung

by Melda
June 13, 2026
Jaksa KPK Cegat Alasan Budaya Ketimuran dalam Pemberian Rp500 Juta kepada Pejabat
Bandar Lampung

Jaksa KPK Cegat Alasan Budaya Ketimuran dalam Pemberian Rp500 Juta kepada Pejabat

by Melda
June 12, 2026
Bandar Lampung

Hermawan Eriadi Klaim Hanya Seorang Profesional yang Berjuang untuk Kemajuan Lampung

by Melda
June 12, 2026
Next Post
Zulkifli Anwar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Bulog

Zulkifli Anwar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Bulog

Recommended

PT Sumatraco Langgeng Makmur Sambut Ramadan dengan Semangat Kepedulian

PT Sumatraco Langgeng Makmur Sambut Ramadan dengan Semangat Kepedulian

February 18, 2026
Gerakan Suporter Indonesia Mengguncang! Desakan Boikot Tiket Timnas Demi Selamatkan Sepak Bola Nasional

Gerakan Suporter Indonesia Mengguncang! Desakan Boikot Tiket Timnas Demi Selamatkan Sepak Bola Nasional

October 15, 2025

Categories

  • Bandar Lampung
  • Beasiswa & Karir
  • Berita Pendidikan
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Literasi & Budaya
  • Metro
  • Multimedia
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Riset & Opini
  • Tanggamus
  • Teknologi Pendidikan
  • Tips Belajar & Ujian
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Don't miss it

Bandar Lampung

Suasana Berbeda Warnai Sidang PT LEB, Ketegangan Berganti Senyum Menjelang Vonis

June 18, 2026
Dikaitkan dengan Pungli BOS, Kabid Dikdas Lampung Selatan Minta Hak Jawab Dipublikasikan
Berita Pendidikan

Dikaitkan dengan Pungli BOS, Kabid Dikdas Lampung Selatan Minta Hak Jawab Dipublikasikan

June 18, 2026
Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas
Bandar Lampung

Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas

June 18, 2026
Surat Terbuka untuk Eva Dwiana Viral, Singgung Infrastruktur hingga Polemik Pendidikan
Berita Pendidikan

Surat Terbuka untuk Eva Dwiana Viral, Singgung Infrastruktur hingga Polemik Pendidikan

June 17, 2026
Abdullah Sani Laporkan Dugaan Pelanggaran Yayasan Siger Setelah Aduan ke Kajati Lampung
Berita Pendidikan

Abdullah Sani Laporkan Dugaan Pelanggaran Yayasan Siger Setelah Aduan ke Kajati Lampung

June 17, 2026
Berkedok Liburan, Iuran Paksaan MKKS Lampung Selatan Dingatkan Pengamat: ASN Bukan Plesiran Saat PPDB!
Berita Pendidikan

Berkedok Liburan, Iuran Paksaan MKKS Lampung Selatan Dingatkan Pengamat: ASN Bukan Plesiran Saat PPDB!

June 16, 2026
Majalahnarasi.id

© 2025 - Majalahnarasi.id

No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian

© 2025 - Majalahnarasi.id