• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan & Kerjasama
  • Kontributor
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak
Friday, June 19, 2026
Majalahnarasi.id
Advertisement
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
Majalahnarasi.id
No Result
View All Result
Home Pemerintahan Bandar Lampung

Puisi Kritik Pendidikan dari Bandar Lampung

by Melda
December 19, 2025
in Bandar Lampung
Muhammad Alfariezie, Penyair Muda Lampung yang Kritik Doa dan Materialisme
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MAJALAH NARASI- Puisi “Belajar Patuh Pada Bangku Goyah” karya penyair muda asal Kota Bandar Lampung menghadirkan kritik sosial terhadap dunia pendidikan yang dinilai sarat paradoks, terutama terkait praktik disiplin dan kepatuhan institusional. Karya ini menyoroti ironi ketika sekolah menuntut ketaatan peserta didik, namun justru memperlihatkan ketidakpatuhan pada level kebijakan dan struktur kekuasaan.

Puisi tersebut dibangun dari pengalaman kolektif tentang sekolah sebagai ruang pembentukan karakter. Pada bagian awal, penyair menggambarkan disiplin sebagai doktrin utama yang selalu ditanamkan sejak hari pertama siswa menginjak bangku pendidikan. Rambut harus rapi, kaos kaki harus sesuai, hingga cara berjalan dan makan pun diatur. Gambaran ini merefleksikan sekolah sebagai institusi yang mengontrol tubuh dan perilaku siswa secara ketat demi keteraturan.

Namun, narasi puisi mulai berubah ketika penyair menghadirkan kontras tajam antara ajaran dan praktik. Melalui larik yang lugas, ia menyebut adanya sekolah di Bandar Lampung yang justru tidak patuh terhadap aturan. Ketidakpatuhan ini bukan dilakukan oleh siswa, melainkan oleh institusi pendidikan itu sendiri. Di sinilah kritik sosial puisi bekerja: aturan yang selama ini bersifat satu arah ternyata tidak berlaku timbal balik.

Berita Lainnya

Suasana Berbeda Warnai Sidang PT LEB, Ketegangan Berganti Senyum Menjelang Vonis

Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas

MoU Himperra-BRI Jadi Langkah Nyata Dorong Pertumbuhan Sektor Properti di Lampung

Penyair kemudian menelusuri penyebab ketimpangan tersebut dengan menyebut arogansi sebagai akar persoalan. Arogansi dimaknai sebagai sikap kuasa yang merasa berada di atas hukum dan regulasi. Puisi ini bahkan menyentuh wilayah hukum dengan menyebut sekolah tersebut sebagai pusat investigasi, menandakan bahwa persoalan pendidikan tidak bisa dilepaskan dari akuntabilitas publik dan transparansi kebijakan.

Keberanian puisi ini semakin terlihat pada bagian akhir ketika penyair secara eksplisit menyebut nama sekolah dan tokoh publik yang terlibat dalam pendiriannya. Penyebutan ini menjadikan puisi tidak lagi sekadar refleksi abstrak, melainkan pernyataan sikap yang jelas dan terbuka. Strategi ini memperkuat posisi puisi sebagai kritik langsung terhadap praktik kekuasaan di ranah pendidikan.

Secara estetika, puisi ini menggunakan bahasa sederhana dan struktur larik pendek. Pilihan gaya tersebut memberi kesan dokumentatif, seolah pembaca sedang membaca catatan peristiwa atau laporan sosial. Kesederhanaan ini justru memperkuat pesan kritik, karena pembaca diajak memahami persoalan tanpa distraksi bahasa yang berlebihan.

“Belajar Patuh Pada Bangku Goyah” menegaskan bahwa disiplin tidak seharusnya hanya dibebankan kepada siswa. Institusi pendidikan, termasuk pengambil kebijakan di baliknya, memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk memberi teladan. Melalui puisi ini, penyair menghadirkan sastra sebagai medium kontrol sosial, sekaligus pengingat bahwa pendidikan yang adil harus berdiri di atas fondasi kepatuhan yang utuh dan konsisten.

Source: ALFARIEZIE
Tags: Bandar LampungKritik KekuasaanKritik PendidikanPenyair LampungPuisi Metaforispuisi protesPuisi SosialSastra KontemporerSastra Kritik
Previous Post

Disdikbud Lampung Perkuat Pendidikan Adaptif Hadapi Tantangan Global

Next Post

BNNK Lampung Selatan Rayakan Hari Bela Negara ke-77, Tekankan Pencegahan Narkoba

Melda

Melda

Related Posts

Bandar Lampung

Suasana Berbeda Warnai Sidang PT LEB, Ketegangan Berganti Senyum Menjelang Vonis

by Melda
June 18, 2026
Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas
Bandar Lampung

Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas

by Melda
June 18, 2026
MoU Himperra-BRI Jadi Langkah Nyata Dorong Pertumbuhan Sektor Properti di Lampung
Bandar Lampung

MoU Himperra-BRI Jadi Langkah Nyata Dorong Pertumbuhan Sektor Properti di Lampung

by Melda
June 13, 2026
Jaksa KPK Cegat Alasan Budaya Ketimuran dalam Pemberian Rp500 Juta kepada Pejabat
Bandar Lampung

Jaksa KPK Cegat Alasan Budaya Ketimuran dalam Pemberian Rp500 Juta kepada Pejabat

by Melda
June 12, 2026
Bandar Lampung

Hermawan Eriadi Klaim Hanya Seorang Profesional yang Berjuang untuk Kemajuan Lampung

by Melda
June 12, 2026
Next Post
BNNK Lampung Selatan Rayakan Hari Bela Negara ke-77, Tekankan Pencegahan Narkoba

BNNK Lampung Selatan Rayakan Hari Bela Negara ke-77, Tekankan Pencegahan Narkoba

Recommended

CCED Unila, Senjata Rahasia Mahasiswa agar Tak Gagal Karier

CCED Unila, Senjata Rahasia Mahasiswa agar Tak Gagal Karier

September 15, 2025
Pendidikan Bandar Lampung Jadi Perbincangan, Dedi Mulyadi Tawarkan Pendekatan Berbeda

Pendidikan Bandar Lampung Jadi Perbincangan, Dedi Mulyadi Tawarkan Pendekatan Berbeda

June 12, 2026

Categories

  • Bandar Lampung
  • Beasiswa & Karir
  • Berita Pendidikan
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Literasi & Budaya
  • Metro
  • Multimedia
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Riset & Opini
  • Tanggamus
  • Teknologi Pendidikan
  • Tips Belajar & Ujian
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Don't miss it

Bandar Lampung

Suasana Berbeda Warnai Sidang PT LEB, Ketegangan Berganti Senyum Menjelang Vonis

June 18, 2026
Dikaitkan dengan Pungli BOS, Kabid Dikdas Lampung Selatan Minta Hak Jawab Dipublikasikan
Berita Pendidikan

Dikaitkan dengan Pungli BOS, Kabid Dikdas Lampung Selatan Minta Hak Jawab Dipublikasikan

June 18, 2026
Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas
Bandar Lampung

Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas

June 18, 2026
Surat Terbuka untuk Eva Dwiana Viral, Singgung Infrastruktur hingga Polemik Pendidikan
Berita Pendidikan

Surat Terbuka untuk Eva Dwiana Viral, Singgung Infrastruktur hingga Polemik Pendidikan

June 17, 2026
Abdullah Sani Laporkan Dugaan Pelanggaran Yayasan Siger Setelah Aduan ke Kajati Lampung
Berita Pendidikan

Abdullah Sani Laporkan Dugaan Pelanggaran Yayasan Siger Setelah Aduan ke Kajati Lampung

June 17, 2026
Berkedok Liburan, Iuran Paksaan MKKS Lampung Selatan Dingatkan Pengamat: ASN Bukan Plesiran Saat PPDB!
Berita Pendidikan

Berkedok Liburan, Iuran Paksaan MKKS Lampung Selatan Dingatkan Pengamat: ASN Bukan Plesiran Saat PPDB!

June 16, 2026
Majalahnarasi.id

© 2025 - Majalahnarasi.id

No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian

© 2025 - Majalahnarasi.id