• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan & Kerjasama
  • Kontributor
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak
Friday, June 19, 2026
Majalahnarasi.id
Advertisement
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
Majalahnarasi.id
No Result
View All Result
Home Pemerintahan Bandar Lampung

Ketegangan di Kementerian Kehutanan: Hutan Tenang, Krisis Menggantung

by Melda
December 15, 2025
in Bandar Lampung
Ketegangan di Kementerian Kehutanan: Hutan Tenang, Krisis Menggantung
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MAJALAH NARASI- Kementerian Kehutanan Indonesia kembali menjadi sorotan setelah bencana banjir bandang melanda tiga provinsi di Sumatera. Di tengah krisis lingkungan yang meluas, perhatian publik tertuju pada langkah dan kinerja Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, dalam menangani dampak bencana serta pengelolaan hutan di Indonesia.

Bencana yang menimpa Sumatera telah membuka mata banyak pihak mengenai kondisi hutan dan praktik pembalakan liar yang masih terjadi. Kayu gelondongan yang terbawa arus banjir hingga ke pemukiman warga menjadi bukti nyata dari kerusakan yang terjadi dan sekaligus pesan visual dari alam yang memperingatkan pengelola hutan.

Menteri Raja Juli Antoni, menurut pengamatan, menunjukkan ketenangan yang kontras dengan kekacauan di lapangan. Kementerian yang dipimpinnya bergerak cepat untuk mengidentifikasi 12 perusahaan yang diduga terlibat pelanggaran pasca-bencana. Langkah ini menunjukkan kemampuan kementerian dalam melakukan evaluasi dan tindakan paska-kejadian, meski kritik muncul terkait kurangnya upaya pencegahan sebelum bencana terjadi.

Berita Lainnya

Suasana Berbeda Warnai Sidang PT LEB, Ketegangan Berganti Senyum Menjelang Vonis

Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas

MoU Himperra-BRI Jadi Langkah Nyata Dorong Pertumbuhan Sektor Properti di Lampung

Selain itu, fokus pada digitalisasi layanan kehutanan menjadi salah satu capaian Kementerian di bawah kepemimpinan Raja Juli. Layanan perizinan dan administrasi kini berjalan lebih efisien, menggunakan sistem e-signature dan koneksi internet yang cepat. Namun, publik mempertanyakan relevansi prioritas ini di tengah krisis ekologi yang mengancam nyawa masyarakat lokal dan merusak lingkungan.

Ketahanan politik Menteri Raja Juli juga menjadi sorotan. Meskipun mendapat desakan mundur dari DPR, termasuk fraksi pendukung, posisi beliau tetap stabil. Stabilitas ini menjadi simbol ketahanan politik dan konsistensi kepemimpinan di mata sebagian kalangan, walau sebagian masyarakat menilai respons terhadap bencana masih jauh dari memadai.

“Keputusan untuk mundur adalah hak prerogatif pribadi, tetapi yang paling penting adalah efektivitas langkah yang diambil dalam mencegah dan mengatasi bencana,” ujar seorang pengamat kehutanan. Pernyataan ini menyoroti perlunya keseimbangan antara kenyamanan jabatan dan tanggung jawab terhadap lingkungan serta keselamatan warga.

Sementara hutan Indonesia terus menghadapi ancaman kerusakan, masyarakat dan pemerhati lingkungan menunggu langkah konkret Kementerian Kehutanan. Krisis ekologi yang berulang menjadi pengingat bahwa hutan bukan hanya simbol keindahan, tetapi juga sumber kehidupan yang memerlukan pengelolaan proaktif dan responsif.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: banjir SumateraDeforestasiKementerian KehutananLingkungan HidupMitigasi BencanaRaja Juli Antoni
Previous Post

Graduasi Mandiri PKH Pringsewu 2025 Dorong Kemandirian Keluarga

Next Post

Edwin Apriandi Daftar Calon Ketua PWI Lampung Selatan 2026–2029

Melda

Melda

Related Posts

Bandar Lampung

Suasana Berbeda Warnai Sidang PT LEB, Ketegangan Berganti Senyum Menjelang Vonis

by Melda
June 18, 2026
Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas
Bandar Lampung

Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas

by Melda
June 18, 2026
MoU Himperra-BRI Jadi Langkah Nyata Dorong Pertumbuhan Sektor Properti di Lampung
Bandar Lampung

MoU Himperra-BRI Jadi Langkah Nyata Dorong Pertumbuhan Sektor Properti di Lampung

by Melda
June 13, 2026
Jaksa KPK Cegat Alasan Budaya Ketimuran dalam Pemberian Rp500 Juta kepada Pejabat
Bandar Lampung

Jaksa KPK Cegat Alasan Budaya Ketimuran dalam Pemberian Rp500 Juta kepada Pejabat

by Melda
June 12, 2026
Bandar Lampung

Hermawan Eriadi Klaim Hanya Seorang Profesional yang Berjuang untuk Kemajuan Lampung

by Melda
June 12, 2026
Next Post
Edwin Apriandi Daftar Calon Ketua PWI Lampung Selatan 2026–2029

Edwin Apriandi Daftar Calon Ketua PWI Lampung Selatan 2026–2029

Recommended

JPU Kejari Pringsewu Limpahkan Kasus Tipikor Penyaluran Kredit BRI Pringsewu ke PN Tanjung Karang, Kerugian Negara Capai Rp520 Juta

JPU Kejari Pringsewu Limpahkan Kasus Tipikor Penyaluran Kredit BRI Pringsewu ke PN Tanjung Karang, Kerugian Negara Capai Rp520 Juta

October 2, 2025
Maaf kepada Guru yang Hanya Menjalankan Perintah di SMA Siger

Maaf kepada Guru yang Hanya Menjalankan Perintah di SMA Siger

January 26, 2026

Categories

  • Bandar Lampung
  • Beasiswa & Karir
  • Berita Pendidikan
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Literasi & Budaya
  • Metro
  • Multimedia
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Riset & Opini
  • Tanggamus
  • Teknologi Pendidikan
  • Tips Belajar & Ujian
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Don't miss it

Bandar Lampung

Suasana Berbeda Warnai Sidang PT LEB, Ketegangan Berganti Senyum Menjelang Vonis

June 18, 2026
Dikaitkan dengan Pungli BOS, Kabid Dikdas Lampung Selatan Minta Hak Jawab Dipublikasikan
Berita Pendidikan

Dikaitkan dengan Pungli BOS, Kabid Dikdas Lampung Selatan Minta Hak Jawab Dipublikasikan

June 18, 2026
Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas
Bandar Lampung

Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas

June 18, 2026
Surat Terbuka untuk Eva Dwiana Viral, Singgung Infrastruktur hingga Polemik Pendidikan
Berita Pendidikan

Surat Terbuka untuk Eva Dwiana Viral, Singgung Infrastruktur hingga Polemik Pendidikan

June 17, 2026
Abdullah Sani Laporkan Dugaan Pelanggaran Yayasan Siger Setelah Aduan ke Kajati Lampung
Berita Pendidikan

Abdullah Sani Laporkan Dugaan Pelanggaran Yayasan Siger Setelah Aduan ke Kajati Lampung

June 17, 2026
Berkedok Liburan, Iuran Paksaan MKKS Lampung Selatan Dingatkan Pengamat: ASN Bukan Plesiran Saat PPDB!
Berita Pendidikan

Berkedok Liburan, Iuran Paksaan MKKS Lampung Selatan Dingatkan Pengamat: ASN Bukan Plesiran Saat PPDB!

June 16, 2026
Majalahnarasi.id

© 2025 - Majalahnarasi.id

No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian

© 2025 - Majalahnarasi.id