• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan & Kerjasama
  • Kontributor
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak
Monday, February 2, 2026
Majalahnarasi.id
Advertisement
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
Majalahnarasi.id
No Result
View All Result
Home Pemerintahan Lampung Tengah

Terungkap! Tiga Bupati Tumbang dan Jejak Korupsi yang Mengakar di Lampung Tengah

by Melda
December 12, 2025
in Lampung Tengah
Terungkap! Tiga Bupati Tumbang dan Jejak Korupsi yang Mengakar di Lampung Tengah
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MAJALAH NARASI— Lampung Tengah kembali menjadi sorotan nasional. Selama lebih dari satu dekade, wilayah ini seperti terjebak dalam pusaran korupsi yang tak kunjung putus. Polanya berulang, tokohnya berganti, namun modus dan jejaknya tetap sama: permainan kekuasaan yang berlangsung dari era ke era tanpa pernah benar-benar dibongkar. Fakta bahwa tiga bupati tumbang akibat kasus rasuah menjadi bukti bahwa korupsi di Lampung Tengah bukan lagi sekadar persoalan individu, tetapi masalah sistemik yang mengakar kuat dalam struktur pemerintahan daerah.

Kasus-kasus besar yang pernah mengguncang Lampung Tengah menunjukan bahwa dugaan praktik korupsi di sana tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada pola mirip “lingkaran setan” yang menghubungkan birokrat, pejabat, bahkan pihak swasta. Jika satu figur jatuh, selalu muncul figur baru yang mengulangi kesalahan yang sama. Masyarakat pun dibuat bertanya-tanya: apakah Lampung Tengah benar-benar sulit terbebas dari budaya korupsi, atau justru ada sistem yang sengaja dibiarkan untuk terus berjalan?

Andi Achmad Sampurna Jaya menjadi nama pertama yang mencoreng reputasi Lampung Tengah. Pada tahun 2008, ia terseret dalam kasus pemindahan dana pemerintah daerah ke BPR Tripanca Setiadana yang berujung pada kerugian negara sekitar 28 miliar rupiah. Keputusan memindahkan dana ke bank tersebut membuat pemerintah daerah gagal menarik kembali uang negara setelah bank dinyatakan pailit. Kasus ini membuat Andi Achmad sempat buron selama tiga pekan sebelum akhirnya ditangkap di Bandar Lampung. Skandal itu menjadi pukulan besar dan membuka babak baru dalam pengawasan publik terhadap pejabat Lampung Tengah.

Berita Lainnya

Bangun Daerah dari Akar, Lampung Tengah Fokus ke Perempuan dan Anak

Ketika Literasi Jadi Senjata Melawan Tipikor di Lampung Tengah

Lampung Tengah Siap Wujudkan Kampung Nelayan Merah Putih di Canbang

Belum reda luka itu, masyarakat kembali dikejutkan oleh kasus suap Mustafa, Bupati Lampung Tengah periode 2016–2021. Mustafa, yang awalnya dikenal vokal soal reformasi birokrasi, justru tertangkap KPK pada 2018 karena dugaan suap terkait persetujuan pinjaman daerah serta fee proyek senilai lebih dari 50 miliar rupiah. Praktik korupsi di era Mustafa tak hanya melibatkan pejabat eksekutif, tetapi juga anggota DPRD. Penyidik KPK menemukan adanya setoran berjenjang dari kepala dinas ke pejabat yang lebih tinggi hingga kontraktor yang menjadi penyandang dana. Struktur yang terbentuk seperti piramida: setiap proyek memiliki “harga politik” yang harus dipenuhi, memperlihatkan bahwa korupsi di Lampung Tengah bekerja secara kolektif dan terorganisasi.

Kini, nama Bupati Ardito Wijaya menambah daftar panjang pejabat Lampung Tengah yang tumbang. Operasi tangkap tangan KPK pada Rabu malam (10/12/2025) kembali menggemparkan wilayah ini. Ardito diduga terlibat dalam praktik suap dan gratifikasi senilai 5,7 miliar rupiah terkait proyek pengadaan. KPK menduga ia mematok fee hingga 20 persen dari sejumlah proyek strategis daerah. Dalam operasi tersebut, lima orang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk anggota DPRD, adik kandung bupati, kerabat dekat yang menjabat kepala badan, hingga pihak swasta. Keterlibatan keluarga dan jaringan dalam kekuasaan membuat kasus ini semakin kompleks dan memperlihatkan bagaimana korupsi tidak lagi bersifat individual, tetapi beroperasi dalam lingkaran keluarga dan kerabat.

Menurut informasi yang berkembang, sebagian dana suap yang diterima Ardito digunakan untuk operasional bupati, termasuk pelunasan pinjaman kampanye. Praktik semacam ini menunjukkan bahwa biaya politik yang tinggi sering menjadi pintu masuk utama menuju korupsi. Pejabat merasa perlu “mengembalikan modal”, sementara kontraktor membutuhkan akses. Akibatnya, proyek pemerintah menjadi komoditas yang diperdagangkan.

Terungkapnya tiga kasus korupsi besar secara beruntun memperlihatkan betapa seriusnya krisis integritas di Lampung Tengah. Masyarakat kini semakin mendesak agar ada perombakan mendasar dalam sistem pemerintahan daerah, bukan sekadar mengganti pejabat. Penguatan transparansi, integritas pejabat publik, serta pengawasan ketat dari pusat menjadi langkah penting untuk memutus mata rantai korupsi. Tanpa reformasi struktural, Lampung Tengah berpotensi kembali terjerembap ke dalam pola yang sama di masa mendatang.***

Source: WAHYU WIDODO
Tags: fee proyek pemerintahinvestigasi Lampung Tengahjaringan korupsi daerahkasus Andi Achmadkasus Mustafakorupsi Lampung TengahOTT KPK Ardito Wijayaskandal politik Lampung
Previous Post

Reses Nuzul Irsan Diserbu Warga, Aspirasi Mengalir Deras untuk Pembangunan Tanggamus 2026

Next Post

Sosok Komang Koheri Jadi Sorotan: Mampukah Pengusaha Beras Berdarah Bali Menahan Guncangan Krisis Struktural Lampung Tengah?

Melda

Melda

Related Posts

Bangun Daerah dari Akar, Lampung Tengah Fokus ke Perempuan dan Anak
Lampung Tengah

Bangun Daerah dari Akar, Lampung Tengah Fokus ke Perempuan dan Anak

by Melda
January 21, 2026
Ketika Literasi Jadi Senjata Melawan Tipikor di Lampung Tengah
Lampung Tengah

Ketika Literasi Jadi Senjata Melawan Tipikor di Lampung Tengah

by Melda
January 20, 2026
Lampung Tengah Siap Wujudkan Kampung Nelayan Merah Putih di Canbang
Lampung Tengah

Lampung Tengah Siap Wujudkan Kampung Nelayan Merah Putih di Canbang

by Melda
December 23, 2025
Sosok Komang Koheri Jadi Sorotan: Mampukah Pengusaha Beras Berdarah Bali Menahan Guncangan Krisis Struktural Lampung Tengah?
Lampung Tengah

Sosok Komang Koheri Jadi Sorotan: Mampukah Pengusaha Beras Berdarah Bali Menahan Guncangan Krisis Struktural Lampung Tengah?

by Melda
December 12, 2025
Lampung Tengah Perkuat Keterbukaan Informasi Publik Lewat Bimtek Ppid
Lampung Tengah

Lampung Tengah Perkuat Keterbukaan Informasi Publik Lewat Bimtek Ppid

by Melda
November 25, 2025
Next Post
Sosok Komang Koheri Jadi Sorotan: Mampukah Pengusaha Beras Berdarah Bali Menahan Guncangan Krisis Struktural Lampung Tengah?

Sosok Komang Koheri Jadi Sorotan: Mampukah Pengusaha Beras Berdarah Bali Menahan Guncangan Krisis Struktural Lampung Tengah?

Recommended

RAPBD Tanggamus 2026 Diserahkan, Fokus pada Ketahanan Pangan dan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

RAPBD Tanggamus 2026 Diserahkan, Fokus pada Ketahanan Pangan dan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

October 31, 2025
Program P4GN Lampung Selatan Catat Lonjakan Kinerja 2025

Program P4GN Lampung Selatan Catat Lonjakan Kinerja 2025

December 24, 2025

Categories

  • Bandar Lampung
  • Beasiswa & Karir
  • Berita Pendidikan
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Literasi & Budaya
  • Metro
  • Multimedia
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Riset & Opini
  • Tanggamus
  • Teknologi Pendidikan
  • Tips Belajar & Ujian
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Don't miss it

Tangisan Pejabat, Kemarahan Publik: SMA Siger dalam Sidang Rakyat
Beasiswa & Karir

Tangisan Pejabat, Kemarahan Publik: SMA Siger dalam Sidang Rakyat

February 2, 2026
Krisis SMA Siger, SMK swasta nyatakan kesiapan tampung siswa terdampak
Bandar Lampung

Krisis SMA Siger, SMK swasta nyatakan kesiapan tampung siswa terdampak

February 2, 2026
Laskar Lampung Nilai Pengamanan Aset Pemkot Bandar Lampung Tidak Adil
Bandar Lampung

Panji Padang Ratu: SMA Swasta Siger Contoh Buruk Tata Kelola Pendidikan

January 30, 2026
Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan
Bandar Lampung

Dana Hibah Sekolah: SMA Swasta Siger Jadi Sorotan Kritikus Pendidikan

January 30, 2026
Bandar Lampung Memanas: Kebijakan Eva Dwiana Jilid II Picu Kegaduhan
Bandar Lampung

Bandar Lampung Memanas: Kebijakan Eva Dwiana Jilid II Picu Kegaduhan

January 29, 2026
Legalitas Hak Atas Tanah Warga Pringsewu Kian Terjamin
Bandar Lampung

Legalitas Hak Atas Tanah Warga Pringsewu Kian Terjamin

January 29, 2026
Majalahnarasi.id

© 2025 - Majalahnarasi.id

No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian

© 2025 - Majalahnarasi.id