• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan & Kerjasama
  • Kontributor
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak
Friday, June 19, 2026
Majalahnarasi.id
Advertisement
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
Majalahnarasi.id
No Result
View All Result
Home Pemerintahan Bandar Lampung

Dengan Puisi Hikayat Sinar yang Disangkal, Muhammad Alfariezie Hadirkan Liris Kontemplatif yang Mendalam

by Melda
November 24, 2025
in Bandar Lampung
Dengan Puisi Hikayat Sinar yang Disangkal, Muhammad Alfariezie Hadirkan Liris Kontemplatif yang Mendalam
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MAJALAH NARASI – Puisi Hikayat Sinar yang Disangkal karya Muhammad Alfariezie menghadirkan lanskap batin yang mendalam dan penuh refleksi. Karya ini menyingkap hubungan manusia dengan alam semesta melalui simbol bulan dan bintang, serta menyorot kesunyian eksistensial yang sering tersembunyi dalam rutinitas kehidupan sehari-hari. Lirisisme dalam puisi ini bergerak perlahan namun tajam, menyentuh dimensi emosional yang halus sekaligus reflektif.

Hikayat Sinar yang Disangkal

Bulan datang dengan kesendirian
yang begitu-begitu saja meski
bintang sedang bahagia dalam
rahasianya. Mungkin karena
bulan enggak pandai memanfaatkan
ruang walau matahari telah banyak
memberi sejak pagi hingga senja.
Sepertinya, langit musykil memilih
bulan sebagai penghias termulia.
Bulan, pantas menjadi lahan
tambang China

Berita Lainnya

Suasana Berbeda Warnai Sidang PT LEB, Ketegangan Berganti Senyum Menjelang Vonis

Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas

MoU Himperra-BRI Jadi Langkah Nyata Dorong Pertumbuhan Sektor Properti di Lampung

Baris pertama, “Bulan datang dengan kesendirian,” mengajak pembaca masuk ke ruang batin yang sunyi namun akrab. Kesendirian bulan menjadi cermin bagi kesendirian manusia, yang sering merasa terperangkap dalam siklus yang monoton. Bintang, yang digambarkan “sedang bahagia dalam rahasianya,” menjadi simbol bahwa dunia sering tampak indah bagi orang lain, sementara diri sendiri terkadang merasa terisolasi dan tidak memiliki tempat.

Alfariezie kemudian menggeser lirisisme ke wilayah kontemplatif, saat bulan “enggak pandai memanfaatkan ruang” meski matahari “telah banyak memberi.” Sinar matahari di sini menjadi simbol kesempatan, kebaikan, dan pemberian yang seharusnya bisa dimanfaatkan, namun bulan tetap merasa kurang. Hal ini menyiratkan ketidakmampuan, rasa bersalah, dan perasaan inferioritas yang sering muncul dalam kehidupan manusia.

Ungkapan “langit musykil memilih bulan sebagai penghias termulia” menambahkan dimensi ironi lembut dalam puisi ini. Harapan untuk diterima dan diakui seakan tertutup oleh realitas yang tidak berpihak, menegaskan ketegangan antara ekspektasi dan kenyataan dalam kehidupan. Lirisisme puisi ini bukan sekadar keindahan bahasa, tetapi medium untuk menyampaikan ketidakadilan eksistensial dan kegelisahan manusia.

Puncak ironi muncul di baris terakhir: “Bulan, pantas menjadi lahan tambang China.” Pergeseran mendadak dari keindahan lirikal ke realitas kapitalisme global dan eksploitasi sumber daya memberi kejutan bagi pembaca. Bahkan hal yang paling murni dan abstrak sekalipun, seperti bulan, tidak luput dari logika dunia yang materialistis. Pesan ini menegaskan kontras antara keindahan alam dan kekuatan destruktif manusia, sekaligus menambahkan lapisan kompleks pada puisi ini.

Puisi ini, pada akhirnya, bukan hanya tentang bulan atau bintang, tetapi tentang kondisi manusia modern: kesepian yang tersembunyi, ketidakmampuan menerima kebaikan, dan realitas dunia yang kadang keras dan tidak adil. Lirisisme menjadi jantung karya, menyatukan keindahan bahasa dengan refleksi mendalam tentang ketidakadilan, ironi zaman, dan eksistensi manusia.

Hikayat Sinar yang Disangkal menjadi panggilan bagi pembaca untuk merenungi hidupnya sendiri, menelusuri kesendirian dan ketidakberdayaan, serta memahami bahwa dunia, dengan segala keindahan dan sinarnya, juga memiliki logika yang keras dan tidak selalu ramah. Puisi ini menekankan perlunya kesadaran diri, refleksi mendalam, dan kemampuan untuk melihat di balik lapisan keindahan, agar memahami kompleksitas hidup dan eksistensi manusia.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Hikayat Sinar yang Disangkalkritik sosial dalam puisilirisisme modernMuhammad AlfarieziePuisi Indonesiapuisi kontemplatifpuisi reflektifSastra Lampung
Previous Post

Puncak Milad Muhammadiyah Ke-113 Di Ambarawa Berlangsung Megah, Ribuan Warga Tumpah Ruah Rayakan Dakwah Berkemajuan

Next Post

Hari Sabtu SD 3 Rejomulyo Jati Agung Libur, Pagar Rubuh dan Sekolah KosongHari Sabtu SD 3 Rejomulyo Jati Agung Libur, Pagar Rubuh dan Sekolah Kosong

Melda

Melda

Related Posts

Bandar Lampung

Suasana Berbeda Warnai Sidang PT LEB, Ketegangan Berganti Senyum Menjelang Vonis

by Melda
June 18, 2026
Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas
Bandar Lampung

Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas

by Melda
June 18, 2026
MoU Himperra-BRI Jadi Langkah Nyata Dorong Pertumbuhan Sektor Properti di Lampung
Bandar Lampung

MoU Himperra-BRI Jadi Langkah Nyata Dorong Pertumbuhan Sektor Properti di Lampung

by Melda
June 13, 2026
Jaksa KPK Cegat Alasan Budaya Ketimuran dalam Pemberian Rp500 Juta kepada Pejabat
Bandar Lampung

Jaksa KPK Cegat Alasan Budaya Ketimuran dalam Pemberian Rp500 Juta kepada Pejabat

by Melda
June 12, 2026
Bandar Lampung

Hermawan Eriadi Klaim Hanya Seorang Profesional yang Berjuang untuk Kemajuan Lampung

by Melda
June 12, 2026
Next Post
Hari Sabtu SD 3 Rejomulyo Jati Agung Libur, Pagar Rubuh dan Sekolah KosongHari Sabtu SD 3 Rejomulyo Jati Agung Libur, Pagar Rubuh dan Sekolah Kosong

Hari Sabtu SD 3 Rejomulyo Jati Agung Libur, Pagar Rubuh dan Sekolah KosongHari Sabtu SD 3 Rejomulyo Jati Agung Libur, Pagar Rubuh dan Sekolah Kosong

Recommended

Makan Bergizi Gratis! Strategi Pemerintah Ciptakan Generasi Sehat dan Cerdas di Lampung

Makan Bergizi Gratis! Strategi Pemerintah Ciptakan Generasi Sehat dan Cerdas di Lampung

September 15, 2025

Pekon Bumiarum Gelar Musrenbang 2025: Warga Dorong Pembangunan Jembatan, Jalan Lingkar Utara, dan Infrastruktur Pertanian

November 19, 2025

Categories

  • Bandar Lampung
  • Beasiswa & Karir
  • Berita Pendidikan
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Literasi & Budaya
  • Metro
  • Multimedia
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Riset & Opini
  • Tanggamus
  • Teknologi Pendidikan
  • Tips Belajar & Ujian
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Don't miss it

Bandar Lampung

Suasana Berbeda Warnai Sidang PT LEB, Ketegangan Berganti Senyum Menjelang Vonis

June 18, 2026
Dikaitkan dengan Pungli BOS, Kabid Dikdas Lampung Selatan Minta Hak Jawab Dipublikasikan
Berita Pendidikan

Dikaitkan dengan Pungli BOS, Kabid Dikdas Lampung Selatan Minta Hak Jawab Dipublikasikan

June 18, 2026
Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas
Bandar Lampung

Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas

June 18, 2026
Surat Terbuka untuk Eva Dwiana Viral, Singgung Infrastruktur hingga Polemik Pendidikan
Berita Pendidikan

Surat Terbuka untuk Eva Dwiana Viral, Singgung Infrastruktur hingga Polemik Pendidikan

June 17, 2026
Abdullah Sani Laporkan Dugaan Pelanggaran Yayasan Siger Setelah Aduan ke Kajati Lampung
Berita Pendidikan

Abdullah Sani Laporkan Dugaan Pelanggaran Yayasan Siger Setelah Aduan ke Kajati Lampung

June 17, 2026
Berkedok Liburan, Iuran Paksaan MKKS Lampung Selatan Dingatkan Pengamat: ASN Bukan Plesiran Saat PPDB!
Berita Pendidikan

Berkedok Liburan, Iuran Paksaan MKKS Lampung Selatan Dingatkan Pengamat: ASN Bukan Plesiran Saat PPDB!

June 16, 2026
Majalahnarasi.id

© 2025 - Majalahnarasi.id

No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian

© 2025 - Majalahnarasi.id