• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan & Kerjasama
  • Kontributor
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak
Friday, June 19, 2026
Majalahnarasi.id
Advertisement
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian
No Result
View All Result
Majalahnarasi.id
No Result
View All Result
Home Pemerintahan Bandar Lampung

Muhammad Alfariezie dan Realitas Sosial di Balik Puisi “Gadis SMA yang Menggugah”

by Melda
November 7, 2025
in Bandar Lampung
Muhammad Alfariezie dan Realitas Sosial di Balik Puisi “Gadis SMA yang Menggugah”
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MAJALAH NARASI— Muhammad Alfariezie kembali menarik perhatian publik melalui karya puisinya yang kontroversial dan sarat makna, “Gadis SMA yang Menggugah.” Puisi ini menghadirkan potret sosial yang kompleks dan getir: seorang gadis muda menjadi pusat tatapan, godaan, dan bahkan obsesi dari berbagai sosok laki-laki dewasa, sekaligus mencerminkan ironi moral masyarakat.

Puisi ini dibuka dengan bait yang langsung menohok:

Gadis SMA yang menggugah
laki-laki dewasa—dia berjalan
menanjak tanpa seorang pun
mengantar pulang

Berita Lainnya

Suasana Berbeda Warnai Sidang PT LEB, Ketegangan Berganti Senyum Menjelang Vonis

Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas

MoU Himperra-BRI Jadi Langkah Nyata Dorong Pertumbuhan Sektor Properti di Lampung

Baris-baris awal ini menegaskan posisi gadis sebagai objek pandangan, bukan sebagai subjek yang menatap balik. Kata “menggugah” memiliki makna berlapis: bisa mempesona, tetapi juga membangkitkan hasrat tersembunyi. Penyebutan “laki-laki dewasa” secara eksplisit menyoroti jarak usia dan kuasa, sekaligus memberikan kritik tersirat pada patriarki yang memposisikan perempuan muda sebagai objek sosial dan erotik.

Alfariezie menggunakan puisi ini sebagai alat kritik sosial yang memotret fenomena male gaze, di mana perempuan hadir sebagai objek tatapan dalam karya seni dan kehidupan sehari-hari. Tubuh gadis muda bukan hanya dianggap estetis, tetapi juga sebagai medan tarik antara kagum dan nafsu, antara keindahan dan ironi moral.

Dalam bait berikutnya, penyair menghadirkan metafora yang kompleks:

Musykil jika enggak punya teman
sebab rupanya awan yang selalu
memberi ruang pesawat terbang

Metafora “awan” dan “pesawat” mengisyaratkan relasi antara ruang dan tubuh, kelembutan dan penetrasi, yang menyiratkan sensualitas terselubung tanpa menjadi vulgar. Bahasa sublim ini menunjukkan kemampuan Alfariezie mengemas isu erotisme dan kekuasaan dalam bentuk estetis.

Kontras sosial muncul pada bait selanjutnya:

Anggun semampainya
mengalahkan bening istri pejabat

Di sini, tubuh perempuan muda menjadi tolok ukur yang “mengalahkan” perempuan lain, yang sering kali diasosiasikan dengan status sosial atau kekuasaan. Tubuh gadis SMA dijadikan medan kompetisi antarperempuan oleh pengaruh pandangan laki-laki, menyingkap bagaimana kecantikan dijadikan simbol sosial, bukan pengalaman personal.

Bait terakhir menghadirkan ironi moral dan satir:

Gadis SMA yang menggugah
laki-laki beristri tiga—keringatnya
tumpah di halaman saat hendak
membuka pintu rumah

Frasa “laki-laki beristri tiga” menggambarkan kemunafikan sosial. Mereka yang secara publik menunjukkan moralitas atau religiusitas, diam-diam menuruti obsesi dan syahwat terhadap perempuan muda. Keringat yang “tumpah di halaman” menjadi metafora rasa bersalah, hasrat yang tertahan, atau kelelahan moral, menghadirkan ironi yang kuat terhadap perilaku patriarkal dan hipokrisi masyarakat.

Dari sudut pandang sosiologi sastra, puisi ini adalah cerminan budaya yang menormalisasi penghakiman ganda: masyarakat mengagungkan kesucian perempuan, namun memandang tubuhnya dengan hasrat tersembunyi. Dalam perspektif feminisme, Alfariezie menyoroti bagaimana perempuan muda direduksi menjadi objek, bukan subjek, dan bagaimana patriarki terus mendikte cara pandang sosial terhadap tubuh perempuan.

Alfariezie juga menggunakan pengulangan frasa “Gadis SMA yang menggugah” sebagai alat retoris, menekankan intensitas imaji sosial terhadap perempuan muda. Diksi seperti “anggun semampainya”, “bening istri pejabat”, dan “keringat tumpah” menciptakan kontras antara keindahan, sensualitas terselubung, dan kenyataan getir. Struktur naratif-liris ini menghadirkan puisi layaknya potongan film sosial yang ironis, di mana setiap bait menceritakan fragmentasi realitas masyarakat.

Secara keseluruhan, puisi “Gadis SMA yang Menggugah” bukan sekadar memuja kecantikan perempuan muda, tetapi mengungkapkan hipokrisi moral, struktur patriarkal, dan obsesi sosial yang tersembunyi di balik pandangan masyarakat. Karya ini menjadi refleksi mendalam tentang kekuasaan, moralitas, dan dinamika sosial yang masih relevan dalam konteks budaya modern Indonesia.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Budaya ModernFeminismeGadis SMA yang MenggugahHipokrisi Moralkritik sosialMale GazeMuhammad AlfarieziePatriarkiPuisi IndonesiaSosiologi Sastra
Previous Post

KPK Sambangi DPRD Lampung: Lemahnya Pengawasan Bisa Jadi Celah Korupsi

Next Post

Ananda Sukarlan Garap Premiere Puisi Isbedy “Aku Tahu Namamu” di Sydney, Musik dan Sastra Indonesia Mendunia

Melda

Melda

Related Posts

Bandar Lampung

Suasana Berbeda Warnai Sidang PT LEB, Ketegangan Berganti Senyum Menjelang Vonis

by Melda
June 18, 2026
Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas
Bandar Lampung

Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas

by Melda
June 18, 2026
MoU Himperra-BRI Jadi Langkah Nyata Dorong Pertumbuhan Sektor Properti di Lampung
Bandar Lampung

MoU Himperra-BRI Jadi Langkah Nyata Dorong Pertumbuhan Sektor Properti di Lampung

by Melda
June 13, 2026
Jaksa KPK Cegat Alasan Budaya Ketimuran dalam Pemberian Rp500 Juta kepada Pejabat
Bandar Lampung

Jaksa KPK Cegat Alasan Budaya Ketimuran dalam Pemberian Rp500 Juta kepada Pejabat

by Melda
June 12, 2026
Bandar Lampung

Hermawan Eriadi Klaim Hanya Seorang Profesional yang Berjuang untuk Kemajuan Lampung

by Melda
June 12, 2026
Next Post
Ananda Sukarlan Garap Premiere Puisi Isbedy “Aku Tahu Namamu” di Sydney, Musik dan Sastra Indonesia Mendunia

Ananda Sukarlan Garap Premiere Puisi Isbedy “Aku Tahu Namamu” di Sydney, Musik dan Sastra Indonesia Mendunia

Recommended

Wajib Tahu: Alasan Disdikbud Lampung Hentikan Operasional SMA Swasta Siger

Wajib Tahu: Alasan Disdikbud Lampung Hentikan Operasional SMA Swasta Siger

February 4, 2026
SPPG Diduga “Main Data” di SMP N 44 Bandar Lampung, Pengelola Diam Seribu Bahasa

Ormas Ladam Desak Wali Kota Copot Eka Afriana: Isu Identitas dan Moral Jabatan Picu Gejolak Publik

November 29, 2025

Categories

  • Bandar Lampung
  • Beasiswa & Karir
  • Berita Pendidikan
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Literasi & Budaya
  • Metro
  • Multimedia
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Riset & Opini
  • Tanggamus
  • Teknologi Pendidikan
  • Tips Belajar & Ujian
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Don't miss it

Bandar Lampung

Suasana Berbeda Warnai Sidang PT LEB, Ketegangan Berganti Senyum Menjelang Vonis

June 18, 2026
Dikaitkan dengan Pungli BOS, Kabid Dikdas Lampung Selatan Minta Hak Jawab Dipublikasikan
Berita Pendidikan

Dikaitkan dengan Pungli BOS, Kabid Dikdas Lampung Selatan Minta Hak Jawab Dipublikasikan

June 18, 2026
Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas
Bandar Lampung

Anggota Datangi Rumah Bendahara, Hak Tabungan di KPRI Handayani Belum Jelas

June 18, 2026
Surat Terbuka untuk Eva Dwiana Viral, Singgung Infrastruktur hingga Polemik Pendidikan
Berita Pendidikan

Surat Terbuka untuk Eva Dwiana Viral, Singgung Infrastruktur hingga Polemik Pendidikan

June 17, 2026
Abdullah Sani Laporkan Dugaan Pelanggaran Yayasan Siger Setelah Aduan ke Kajati Lampung
Berita Pendidikan

Abdullah Sani Laporkan Dugaan Pelanggaran Yayasan Siger Setelah Aduan ke Kajati Lampung

June 17, 2026
Berkedok Liburan, Iuran Paksaan MKKS Lampung Selatan Dingatkan Pengamat: ASN Bukan Plesiran Saat PPDB!
Berita Pendidikan

Berkedok Liburan, Iuran Paksaan MKKS Lampung Selatan Dingatkan Pengamat: ASN Bukan Plesiran Saat PPDB!

June 16, 2026
Majalahnarasi.id

© 2025 - Majalahnarasi.id

No Result
View All Result
  • Berita Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Beasiswa & Karir
  • Kesehatan & Psikologi
  • Komunitas & Event
  • Lainnya
    • Literasi & Budaya
    • Multimedia
    • Riset & Opini
    • Teknologi Pendidikan
    • Tips Belajar & Ujian

© 2025 - Majalahnarasi.id